PEKALONGAN โ Dunia pendidikan Indonesia kembali dibuat bangga oleh prestasi gemilang salah satu putra daerah asal Pekalongan, Jawa Tengah. Rafif Farand, siswa kelas XII SMA Taruna Nusantara, berhasil mencatatkan pencapaian luar biasa dengan diterima di 21 perguruan tinggi bergengsi, baik di dalam maupun luar negeri.
Tak hanya sekadar lolos seleksi, Rafif juga sukses mengamankan empat beasiswa internasional dari universitas-universitas papan atas dunia. Prestasi ini menempatkan dirinya sebagai salah satu pelajar Indonesia dengan torehan penerimaan kampus terbanyak tahun ini.
Dilansir dari kamusmahasiswa.com, Rafif diterima di 13 perguruan tinggi mancanegara yang tersebar di berbagai negara, mulai dari Australia, Hong Kong, hingga Malaysia. Beberapa di antaranya merupakan anggota Group of Eight (universitas elit di Australia) seperti Monash University, UNSW Sydney, The University of Queensland, The University of Western Australia, dan The University of Adelaide.
Selain itu, ia juga diterima di kampus teknologi terkemuka Asia, yakni The Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dan The Hong Kong Polytechnic University.
Keberhasilan Rafif semakin lengkap dengan perolehan empat beasiswa prestisius, antara lain:
-
UNSW International Student Award (Australia)
-
HKUST Merit Scholarship (Hong Kong)
-
APU Tuition Reduction Scholarship 50% (Malaysia)
-
Newcastle University International Excellence Scholarship 2026 (Inggris)
Meski berjaya di kancah internasional, Rafif tidak melupakan institusi pendidikan di tanah air. Di Indonesia, ia dinyatakan diterima di dua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik, yakni Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB).
Selain itu, enam Perguruan Tinggi Swasta (PTS) ternama seperti BINUS University, Universitas Tarumanagara, Unika Atma Jaya, Universitas Pertamina, dan Universitas Prasetiya Mulya juga turut memberikan tawaran bangku kuliah kepadanya.
Dalam pernyataannya, Rafif mengungkapkan bahwa keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat rekan-rekan sesama pelajar, khususnya di daerah asalnya.
“Anak-anak dari Pekalongan memiliki peluang yang sama untuk bersaing dan diterima di berbagai kampus terbaik dunia,” ujarnya optimis.
Prestasi yang diraih Rafif membuktikan bahwa dengan disiplin tinggi, kerja keras, serta dukungan lingkungan pendidikan yang mumpuni, siswa asal daerah mampu menembus standar akademik global. Kisah Rafif kini menjadi inspirasi bagi banyak pihak bahwa mimpi besar dapat diwujudkan dari mana saja, termasuk dari Kota Batik, Pekalongan.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















