
Pemalang, CMI News – Debat kedua Calon Bupati dan Wakil Bupati Pemalang berlangsung semarak pada Sabtu malam, 16 November 2024, di Hall Room Hotel Regina. Acara ini menjadi ajang penting bagi para kandidat untuk menyampaikan visi, misi, serta program unggulan mereka. Dengan suasana yang penuh antusiasme, masyarakat diharapkan dapat menyimak dengan saksama dan menjadikannya bahan pertimbangan menjelang hari pemungutan suara pada 27 November 2024.
Penguasaan Isu yang Menonjol
Salah satu hal yang mencolok dalam debat ini adalah perbedaan penguasaan isu di antara para pasangan calon. Paslon 02, H. Mansur Hidayat dan Bobby Dewantara, tampil percaya diri dengan memaparkan capaian nyata mereka selama menjabat sebagai incumbent dalam setahun terakhir. Mereka secara lugas menjelaskan progres Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mulai menunjukkan peningkatan, meskipun belum signifikan.
Paslon nomor 1 dan 3 mengkritisi kinerja Paslon 02, terutama pada isu IPM yang dinilai masih rendah dibandingkan kabupaten lain di Jawa Tengah. Namun, kritik tersebut dijawab dengan argumen terukur oleh Paslon 02, yang menegaskan bahwa sejumlah program strategis telah dijalankan untuk meningkatkan IPM.

Program Strategis Paslon 02
H. Mansur dan Bobby menyoroti beberapa program unggulan yang telah dan akan dijalankan, antara lain:
1. Deklarasi Pendidikan Pertanian Praktis
Program inovatif ini melibatkan kerja sama dengan LPPM IPB dan Dinas Pertanian untuk mencetak petani milenial, bertujuan memperkuat sektor pertanian yang menjadi salah satu keunggulan Kabupaten Pemalang.
2. Pemberdayaan Peternak Lokal
Melalui inisiatif seperti Sekolah Pemberdayaan Rakyat, peternak domba dan kambing di Kecamatan Taman mendapatkan pelatihan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Komitmen Masa DepanÂ
Dalam sesi debat, Paslon 02 mengedepankan visi pembangunan yang berkelanjutan, dengan fokus pada:
– Melanjutkan program berbasis kebutuhan masyarakat.
– Memberdayakan sektor unggulan daerah, seperti pertanian dan peternakan.
– Menjaga transparansi dan keberlanjutan dalam pembangunan infrastruktur dan sosial.
Sementara itu, Paslon nomor 1 dan 3 terkesan kurang memahami secara detail program-program yang telah berjalan, yang menjadi sorotan publik terkait kemampuan mereka untuk memastikan keberlanjutan program strategis jika terpilih.
Momentum Penilaian Pemilih
Debat ini menjadi refleksi penting bagi masyarakat Pemalang dalam memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan nyata dan berkelanjutan.
Dengan rekam jejak dan rencana kerja yang jelas, setiap pasangan calon menunjukkan kemampuan mereka dalam menjawab kebutuhan daerah.
Adu gagasan dan program dalam debat ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh kepada masyarakat Pemalang untuk menentukan pilihan terbaik pada hari pencoblosan nanti.








