PEMALANG – Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Dari Rakyat Untuk Rakyat Atasi Tragedi (DARURAT) mendatangi Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang pada Kamis (5/2/2026) siang. Kedatangan mereka bertujuan untuk menuntut transparansi pengelolaan dana donasi hasil konser musik amal yang digelar akhir Januari lalu.

Audiensi yang berlangsung mulai pukul 13.40 WIB di Aula Dinas BPBD ini dipimpin oleh Koordinator Aliansi, Muzaky Ali, dan diikuti sekitar 25 orang perwakilan dari Karang Taruna, Ormas 234 SC DPC Pemalang , serta PMII.

Dalam forum tersebut, Muzaky Ali menyampaikan bahwa masyarakat mempertanyakan kejelasan penyaluran dana donasi dari konser musik yang berlangsung pada 29–31 Januari 2026. Aliansi juga menyoroti adanya Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp980 juta yang dinilai terlalu besar.

“Kami datang untuk menuntut transparansi anggaran hasil donasi konser musik tersebut. Kami juga mempertanyakan mengapa kegiatan (konser) tetap dilaksanakan, padahal anggarannya bisa dialihkan langsung untuk membantu masyarakat yang sedang terkena musibah banjir di Ulujami dan Pulosari,” tegas Muzaky.

Senada dengan itu, Hamu Fauzi selaku Plt Ketua Karang Taruna Kabupaten Pemalang menekankan bahwa gerakan ini murni merupakan aspirasi masyarakat yang ingin memastikan bantuan sampai kepada mereka yang berhak.

Menanggapi tuntutan tersebut, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, didampingi Kaban Kesbangpol, Joko Ngatmono, memberikan klarifikasi. Agus menjelaskan bahwa BPBD bukanlah penanggung jawab teknis konser, melainkan ada pihak Event Organizer (EO) sendiri.

“Donasi khusus dari konser musik per tanggal 29 hingga 31 Januari berjumlah Rp53 juta. Sedangkan total saldo donasi yang masuk dari berbagai unsur masyarakat hingga saat ini terkumpul Rp193 juta. Namun, dana tersebut masih zero out atau belum digunakan sama sekali,” jelas Agus.

Ia juga mengklarifikasi bahwa angka Rp980 juta dalam RAB merupakan proyeksi anggaran untuk seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir, bukan biaya satu kali acara. Pihak BPBD berkomitmen akan mempublikasikan data donasi secara transparan dan menerima masukan masyarakat untuk tidak mengadakan kegiatan serupa di tahun mendatang.

Di sisi lain, Pemkab Pemalang melaporkan fokus saat ini adalah penanganan dampak banjir bandang di Pulosari, termasuk pendataan 77 rumah terdampak dan pembangunan jembatan darurat hasil bantuan TNI.

Audiensi yang juga dihadiri oleh Kasat Intelkam Polres Pemalang, AKP Irfan, berjalan dengan aman dan kondusif. Di akhir pertemuan, pelapor menekankan agar kedepannya pemerintah daerah lebih selektif dalam memilih mitra kegiatan dan lebih mengedepankan asas kemanfaatan langsung bagi korban bencana.