Pemalang, CMI News – Proyek dana desa di Desa Petanjungan , Kecamatan Petarukan, kabupaten Pemalang menjadi sorotan setelah terjadi kejadian yang mengundang tanda tanya.

Pada hari Senin (20/5/2024), awak media mencoba konfirmasi terkait proyek jalan pertanian yang sedang berlangsung di Desa setempat. Namun harus dihadapi dengan sikap kurangnya kooperatif dari Kepala Desa Petanjungan (AR).

Ironisnya, ketika media mencoba mendapatkan penjelasan, terkait proyek tersebut. Justru kepala desa justru meninggalkan dengan alasan akan menunaikan shalat.

Setelah menunggu lebih dari satu jam Kades pun tak kunjung datang, saat itulah kami media menemui perangkat desa setempat untuk meminta nomor telepon Kades guna mencari keterangan terkait proyek tersebut.

 

Saat awak media mendatangi lokasi proyek, diduga seorang penanggung jawab proyek tersebut ada di lokasi yakni WS. Namun dia langsung  menghindar dan meninggalkan tempat kerja.

Bahkan ketika ditanya kepada pekerja yang lain terkait proyek yang sedang berlangsung, dan siapa penanggung jawabnya.

pekerja hanya mengetahui sedikit informasi dan mengakui pihak yang bertanggung jawab dilapangan bernama WS, kemudian saat dibsinggung soal Kepala Desa. Dia hanya menjelaskan bahwa kades jarang meninjau lokasi pekerjaan.

“Yang bertanggung jawab pekerjaan ini kadus WS, dan saya tidak tahu- menahu mau dikerjakan seperti apa, pak Lurah (Kades) juga jarang kesini  hampir gak pernah menijau lokasi ini,” jawab dia  pekerja yang berada di lokasi.

Upaya untuk menghubungi Kades melalui pesan WhatsApp pun dilakukan, namun penjelasan yang diterima masih belum memuaskan.

Proyek jalan tani dan normalisasi buangan yang bersumber dari dana desa tahun 2024. Dengan anggaran sekitar 113 juta rupiah, seharusnya memiliki papan proyek dan transparansi yang jelas.

“Pekerjaan proyek tersebut adalah Makadam jalan petani, dengan Dana Desa (DD) Sebesar Rp. 113 juta, termasuk normalisasi buangannya. Jika ingin jelas tanyakan langsung kepada WS selaku TPK mas,” jawab Kades melalui panggilan What’s App (wa) saat dihubungi awak media.

Namun, upaya untuk mencari keterangan dari Kepala Dusun II yang bertanggung jawab atas proyek tersebut pun mengalami hambatan, karena sang Kepala Dusun terkesan menghindar dari wartawan.

Sikap acuh tak acuh dari pejabat Desa tersebut menimbulkan banyak pertanyaan dan kecurigaan terhadap proyek yang seakan ditutup-tutupi.

Kehadiran media sebagai pengawas kepentingan publik menjadi penting dalam mengungkap hal-hal yang mencurigakan dan memastikan transparansi dalam penggunaan Dana Desa (DD).

Akan tetapi, masih banyak yang harus diungkap untuk memastikan integritas dan kejelasan proyek tersebut demi kebaikan masyarakat Desa Petanjungan. (Tim)