BATANG – Tiga unit kapal berukuran besar yang telah lama terbengkalai di pelabuhan Sigandu, Batang, hangus dilalap api pada insiden kebakaran hebat, Jumat (28/11) siang. Kapal-kapal dengan bobot di atas 100 GT ini diketahui sudah enam tahun lebih tidak terurus dan ditinggalkan pemiliknya dalam kondisi tidak bermesin (mangkrak).

Dalam waktu kurang dari tiga jam, ketiga bangkai kapal tersebut ludes total, menyisakan kerangka yang hangus.

Kobaran api pertama kali terdeteksi pada salah satu kapal di sisi utara pelabuhan. Namun, upaya pemadaman menjadi sangat sulit karena faktor alam dan akses lokasi.

Menurut keterangan di lokasi, hembusan angin yang sangat kencang di area pelabuhan memicu penyebaran api yang masif dan cepat, sehingga merambat ke dua kapal mangkrak lainnya yang bersandar berdekatan.

Selain itu, sulitnya akses menuju dermaga tempat kapal-kapal itu berada juga menghambat tim pemadam kebakaran untuk bergerak cepat.

Petugas di lapangan akhirnya memprioritaskan tindakan melokalisir kebakaran dengan mengamankan dan menjauhkan kapal-kapal lain yang masih aktif agar tidak ikut tersambar api.

Kasat Polairud Iptu Eko Nugrahanto, mewakili Kapolres Batang AKBP Edi Rahmat Mulyana, membenarkan terjadinya insiden ini. Ia menyatakan bahwa saat ini pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap misteri di balik kebakaran tiga kapal tua tersebut.

“Ketiga kapal ini sudah mangkrak lebih dari enam tahun dan belum bermesin. Kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengetahui penyebab pasti terbakarnya,” jelas Iptu Eko Nugrahanto.

Hingga kini, kerugian material ditaksir cukup besar mengingat ukuran kapal yang masif, meskipun kondisinya sudah tidak berfungsi. Pihak berwajib terus mendalami apakah ada unsur kesengajaan ataukah kebakaran terjadi akibat faktor teknis dan cuaca.