
Pemalang, CMI News – Suhadi, warga Dusun Sijeruk, RT 04 RW 04 Desa, Tumbal, Pemalang, Jawa Tengah. Sudah dua tahun terakhir tinggal di rumah berbahan plastik.
Kondisi rumahnya diberitakan oleh beberapa media, menyoroti penderitaan mereka yang hidup dalam kemiskinan dan kebutuhan akan bantuan pemerintah.
Menanggapi pemberitaan media, Kades Tumbal menyatakan ketidaksetujuannya atau keberatan.
Ia menyatakan bahwa pemberitaan media dinilai telah mencoreng reputasi desa tersebut dan bahwa situasi yang dialami Suhadi tidak seburuk yang digambarkan.
Baca Juga: Kisah Pilu Suhadi: Warga Sijeruk Tumbal Comal, yang Tinggal di Rumah Plastik

Menurut Kepala Desa Tumbal Suradi, ” Bahwa yang bersangkutan mempunyai rumah di Jakarta dan baru pindah sekitar setahun yang lalu (baru pindah).” ungkapnya melalui pesan singkat kepada media.
Kepala Desa Tumbal, Suradi, diduga menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap pemberitaan terkait Suhadi, seorang warga Dusun Sijeruk RT 04/04, Desa Tumbal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, yang tinggal di rumah tidak layak huni.
Berita yang viral tersebut mengundang reaksi keras dari Suradi beberapa menit setelah diunggah oleh media. Pada Kamis (20/6/2023)
Dalam laporan sebelumnya, media mengabarkan kondisi Suhadi dan istrinya yang menempati rumah berukuran sekitar 5×2 meter. Rumah tersebut beratapkan seng, berpagar plastik, dan beralaskan tanah.
“Katanya mau bantu lewat Dewan, kenapa kok itu diviralkan mas,” tulis Suradi dalam pesan WhatsApp. Kamis (20/6/2024).
Awak media membantah dan tidak pernah merasa berjanji akan mengusulkan bantuan ke dewan, seperti yang dikatakan oleh Kades Tumbal.
Suradi bahkan menanyakan identitas wartawan yang menghubunginya dengan nada yang terkesan mengancam.
“Njenengan namine sinten mas, njenengan jangan sok jadi pahlawan (kamu namanya siapa mas),” ketus Suradi dalam pesan WhatsApp-nya.
Padahal, sebelumnya wartawan sudah menghubungi Kepala Desa Tumbal terkait informasi tersebut dan tidak ada janji mengenai pengajuan bantuan ke dewan. Wartawan hanya bermaksud menyampaikan kondisi Suhadi sebagai berita tanpa ada niatan lain.
Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan menambah sorotan terhadap perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, tanggapan Kepala Desa Tumbal mencerminkan kompleksitas komunikasi antara pihak media dan aparat desa dalam menangani isu-isu sosial seperti ini.







