Pemalang, CMI News – Di tengah modernisasi dan gempuran kemajuan, masih ada kisah pilu yang tersembunyi di sudut-sudut negeri.

Salah satunya dialami oleh Suhadi, seorang warga Dusun Sijeruk, RT 04 RW 04 Desa Tumbal Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Suhadi dan istri terpaksa tinggal di rumah plastik, sejak tahun 2022 lalu. Kini menjadi potret nyata ketimpangan sosial yang masih menghantui masyarakat.

 

Rumah Plastik dengan atap Seng

Rumah Plastik
Kondisi Rumah Plastik yang ditempati Suhadi dan Istrinya, Sijeruk, Desa Tumbal, Keca. Comal, Kab. Pemalang.

Rumah Suhadi terbuat dari plastik bekas (hitam). Lantainya pun hanya tanah, sementara atapnya terbuat dari (seng) yang panas saat matahari terik.

Kondisi ini jauh dari kata layak huni, namun Suhadi dan keluarganya tak punya pilihan lain.

 

Pekerja Serabutan 

Suhadi bekerja sebagai pekerja serabutan, itu pun jika ada yang menyuruhnya bekerja. Sementara sang istri bekerja sebagai art di tetangganya, dengan penghasilan yang sangat kecil.

 

Rumah Plastik Suhadi
Kondisi dalam Rumah Plastik Suhadi dan istrinya

 

Penghasilan Tak Menentu

Penghasilan tersebut hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan tak cukup untuk membeli bahan bangunan untuk membangun rumah yang layak huni.

Kisah Suhadi dan keluarganya merupakan contoh nyata dari ketimpangan sosial yang masih terjadi di Indonesia.

Di tengah kemajuan yang pesat, masih banyak masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan keterbelakangan. Mereka tertinggal dan membutuhkan bantuan dari pihak-pihak yang peduli.

 

Kisah Suhadi 

Suhadi saat ditemui wartawan di tempat kediamannya, Dusun Sijeruk, RT 04 RW 04, Desa Tumbal, Kecamatan Comal Kabupaten Pemalang mengatakan ” Bahwa menempati rumah plastik tersebut, sejak tahun 2022 awal.”

Menurutnya, penghasilan beliau juga tidak menentu lantaran sebagai pekerja serabutan. “Kalau ada yang nyuruh ya kerja, tapi tidak ada yang kadang tidak ada pemasukan sama sekali.” ucap Suhadi

Dia juga menyampaikan bahwa rumah plastik tersebut berada ditanah peninggalan orang tuanya, layak tidak layak namun seperti ini keadaannya, ungkap Suhadi kepada wartawan.

Saat ditanya apakah pernah mendapatkan bantuan dari pihak pemerintah Desa, kata Suhadi ? Dulu pernah dengan nominal 300 ribu sebanyak 2 kali, dirinya pun mempunyai impian layaknya seperti orang lain dengan mempunyai tempat tinggal yang layak huni.

Ia juga menuturkan bahwa dulunya ia mempunyai rumah tinggal yang layak di Jakarta. Namun, karena kebutuhan mendesak akhirnya dijual dan pindah ke kampung halamannya saat ini.

Ia berharap Pemerintah daerah maupun dinas terkait dapat memberikan bantuan, supaya dirinya mendapatkan tempat yang lebih layak.

 

Tanggapan Ketua RT setempat

Ditambahkan, Rahmat Haryanto selaku ketua RT 04 RW 04 Sijeruk. ” Pernah saya usulkan biar dapat bantuan seperti bedah rumah, menurutnya usulan itu sudah hampir mau setahun cuma belum ada bantuan.” Imbuhnya.

Menurutnya, sejak saya belum menjabat sebagai RT disini beliau sudah tinggal disini (Sijeruk). Sementara saya menjabat ketua RT sudah 2 tahun saat ini, ujar Rahmat.

Ketua RT setempat pun juga mengatakan tempat tinggal Suhadi kurang layak, lantaran memakai plastik dan genting dari sebuah seng.

Ralmat sendiri, berharap dan meminta kepada pihak terkait seperti Pemerintah Daerah, Dinas Sosial, ataupun pemerintah Desa, dapat memberikan bantuan untuk warganya agar mendapatkan tempat yang layak.

 

Kepala Desa Tumbal

Sementara itu, Kepala Desa Tumbal Suradi saat dikonfirmasi masih awak media mengatakan ” Dia kan baru pindah satu tahun yang lalu, menurutnya Suhadi mempunyai rumah di Jakarta. Tutupnya saat kepada awak media melalui pesan WhatsApp, pada Kamis (20/6).

Kita sebagai masyarakat yang beruntung patutlah tergerak untuk membantu mereka.

Donasi, pakaian layak pakai, dan bahan makanan dapat menjadi bentuk kepedulian kita.

Menjadi relawan, memberikan edukasi, dan membantu memasarkan produk lokal mereka juga merupakan langkah nyata yang dapat kita lakukan.

Marilah kita bersama-sama meringankan beban hidup Suhadi dan keluarganya. Dengan kepedulian dan aksi nyata kita, semoga mereka dapat hidup dengan lebih layak dan sejahtera.