CILACAP – CMI News : Ketua sementara DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat, memaknai Kemerdekaan Indonesia yang memasuki usia ke-79 tahun ini dengan usia yang matang.

“79 tahun merupakan usia yang sangat matang untuk sebuah negara, maka matang lah para penyelenggara negara, matang lah rakyat Indonesia, di dalam proses, termasuk Pilkada dalam melahirkan pemimpin”, ucap Taufik setelah mengikuti Sidang Paripurna Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden, Jumat, (16/8/2024).

Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, lanjut Taufik, menjadikan momentum kebangkitan untuk masyarakat Cilacap, menyongsong Pilkada dengan damai, memilih pemimpin yang amanah. “Cilacap menjadi lebih sejahtera, kalau kita bersatu dan memilih pemimpin dengan ikhlas”, imbuhnya.

Disinggung terkait kuota perempuan di pimpinan pemerintahan, menurutnya, ada rangkaian perjuangan, pergerakkan kaum hawa, sejak jaman RA. Kartini, bahkan sebelumnya, dan ternyata banyak perempuan lebih hebat dari laki-laki.

Kalau sudah seperti itu, berarti apa?, apakah jamannya atau regulasinya. Regulasi di DPRD, di Undang undang Pemilu, minimal 30 persen perempuan. “Apakah di Cilacap sudah hadir (kuota perempuan), sudah hadir cuman belum banyak, apakah karena kadernya, ya barang kali”, kata Taufik.

Ketua sementara DPRD Kabupaten Cilacap, Taufik Nurhidayat, memberikan statement 79 tahun kemerdekaan Indonesia.(foto: awan)

Taufik menambahkan, jika jaman dahulu ada seorang Ratu dengan nama Ratu Sima dan Rajanya Kalingga, pada massa kekuasaannya, tidak ada pencuri, koruptor dan lainnya. “Artinya, Nenek moyang kita banyak sekali jamannya melahirkan pemimpin perempuan”, urainya.

79 tahun ini, lanjut Ketua sementara DPRD Cilacap, menjadi era kebangkitan perempuan dan laki-laki.”Siapa yang ingin menjadi tokoh, mengabdi kepada masyarakat Kabupaten Cilacap, Agustus ini, pendaftaran, pembuktian parpol maupun masyarakatnya”, tegas Taufik.

Kuota perempuan di PDIP Cilacap yang menjadi anggota legislatif periode 2019 – 2024, dari 10 kursi yang di dapat PDIP, ada 4 kader perempuan menjadi anggota legislatif.

“Karena ruangnya mita buka, tahun ini kita dapat 30 perse kuota perempuan. Bukan hanya sekedar untuk menggenapi jumlah, kita beri ruang, kita dorong, termasuk Pilkada kita buka kader – kader perempuan”, pungkasnya.

79 tahun kemerdekaan Indonesia, emansipasi perempuan tidak hanya menjadi jargon atau slogan. Harapannya, tidak hanya Undang-undang, tidak hanya regulasi, tapi kebangkitan masyarakatnya juga harus berbanding lurus dengan ruang yang di siapkan.