“Ini adalah bentuk kepedulian dan usaha bersama warga desa untuk memulihkan akses jalan. Dana yang terkumpul sepenuhnya digunakan untuk pembelian material krosok, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujar Waluyo.
Meskipun jalan darurat telah terbentuk, warga menyadari bahwa perbaikan tersebut belum cukup untuk menjamin kelancaran lalu lintas, terutama menjelang musim mudik yang akan datang.
Waluyo menambahkan, warga sangat berharap agar pemerintah segera memberikan bantuan material tambahan, terutama untuk pengerasan jalan darurat agar bisa bertahan lebih lama. Selain itu, mereka juga mengajukan permintaan bantuan alat komunikasi, seperti handy talkie (HT), yang diperlukan untuk mengatur arus kendaraan yang melewati jalan darurat. Pengaturan yang lebih baik akan mencegah kemacetan panjang dan memastikan keselamatan bagi pengendara.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.














