Pemalang – Tanpa kenal lelah, Serka Arbadi, seorang Babinsa di Koramil 02/Taman, Kodim 0711/Pemalang, terus memberikan dukungan dan pendampingan kepada petani, bahkan di bulan puasa sekalipun. Pada Kamis, 13 Maret 2025, Serka Arbadi mendampingi proses serapan gabah milik Bapak Toni di Desa Kabunan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Pendampingan ini tidak hanya penting untuk petani setempat, tetapi juga memiliki dampak besar bagi ketahanan pangan nasional.

Pendampingan serapan gabah yang dilakukan oleh Babinsa, seperti yang dilakukan oleh Serka Arbadi, memiliki beberapa tujuan utama yang sangat bermanfaat bagi para petani, antara lain:

1. Menjaga Stabilitas Harga Gabah

Salah satu tujuan utama dari pendampingan serapan gabah adalah untuk menjaga stabilitas harga gabah. Dengan memastikan bahwa harga gabah tetap stabil, program ini berperan penting dalam mendukung kesejahteraan petani yang menggantungkan hidup mereka pada hasil panen gabah. Stabilitas harga gabah juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional yang lebih baik.

2. Memastikan Petani Mendapatkan Harga yang Sesuai

Pendampingan serapan gabah juga bertujuan untuk memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang adil dan sesuai dengan kualitas hasil panen mereka. Dalam hal ini, harga gabah kering panen yang dibayarkan oleh Bulog mencapai Rp6.500 per kilogram. Dengan adanya pendampingan seperti ini, petani dapat merasa aman karena mereka tidak akan dirugikan dalam proses penjualan gabah mereka.

3. Membantu Petani dalam Meningkatkan Hasil Pertanian

Selain menjaga harga dan stabilitas pasar, pendampingan serapan gabah bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian petani. Melalui bimbingan dan teknik yang diberikan oleh Babinsa seperti Serka Arbadi, diharapkan petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka. Dengan demikian, hasil panen gabah yang didapatkan akan semakin optimal dan membawa manfaat lebih bagi petani.

Hasil Serapan Gabah di Lahan Bapak Toni

Setelah melalui proses pendampingan yang dilakukan oleh Serka Arbadi, hasil serapan gabah yang dilakukan di lahan milik Bapak Toni membuahkan hasil yang menggembirakan. Lahan yang digunakan untuk serapan gabah ini memiliki luas 3/4 hektar. Dari proses tersebut, petani berhasil memperoleh hasil sebanyak 3.526 kilogram gabah kering panen. Jumlah hasil panen yang cukup signifikan ini menunjukkan bahwa pendampingan Babinsa memberikan dampak positif bagi peningkatan produksi pertanian di wilayah tersebut.

Dengan adanya pendampingan yang terus dilakukan oleh Babinsa, diharapkan petani di wilayah tersebut dapat terus meningkatkan hasil pertanian mereka dan mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Kolaborasi antara TNI AD, petani, Bulog, dan pihak terkait lainnya menjadi salah satu kunci dalam mencapai ketahanan pangan nasional yang kuat dan berkelanjutan.

Pendampingan serapan gabah oleh Babinsa seperti Serka Arbadi menunjukkan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dapat memberikan dampak positif yang luas, tidak hanya bagi petani tetapi juga untuk ketahanan pangan secara keseluruhan.