CMI News — Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein terbaik dan paling mudah dijangkau oleh masyarakat. Selain murah, bahan makanan ini juga kaya nutrisi seperti vitamin D, asam amino esensial, dan asam lemak omega-3. Tak heran jika telur menjadi menu favorit untuk sarapan atau pelengkap lauk sehari-hari.

Namun, di balik manfaatnya yang melimpah, ada hal yang kerap luput dari perhatian: tidak semua makanan cocok dikonsumsi bersamaan dengan telur. Kombinasi yang kurang tepat bukan hanya menurunkan penyerapan nutrisi, tapi juga dapat menimbulkan gangguan pencernaan.

Berikut analisis lima makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan telur, dikutip dari Times of India.

1. Susu Kedelai

Susu kedelai memang menjadi alternatif populer bagi mereka yang menghindari susu hewani. Kandungan proteinnya tinggi, namun jika dikonsumsi bersama telur, justru bisa menurunkan efisiensi penyerapan protein.

Kedua bahan ini sama-sama kaya protein, dan ketika dicerna bersamaan, sistem pencernaan bisa “kewalahan”. Hasilnya, tubuh tidak dapat memanfaatkan kandungan gizinya secara optimal. Solusinya sederhana — konsumsi telur dan susu kedelai di waktu berbeda agar tubuh mendapatkan manfaat maksimal dari keduanya.

2. Teh

Banyak orang menikmati telur dengan secangkir teh hangat di pagi hari. Tapi, kebiasaan ini ternyata bisa mengganggu penyerapan nutrisi.

Teh mengandung polifenol, senyawa yang dapat mengikat protein dari telur dan menurunkan penyerapan hingga 17%, menurut Journal of Nutrition. Selain itu, kombinasi ini bisa menyebabkan perut terasa begah, kembung, atau bahkan sembelit.
Untuk mencegah hal tersebut, beri jeda minimal 30–60 menit antara mengonsumsi telur dan minum teh.

3. Gula

Makanan manis seperti dessert atau minuman bergula sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan telur. Reaksi kimia antara gula dan asam amino dalam telur dapat membentuk senyawa yang tidak baik bagi tubuh.

Selain itu, perpaduan keduanya bisa memicu lonjakan kadar gula darah dan memperberat kerja sistem metabolisme. Bagi penderita diabetes, kombinasi ini bisa jadi risiko tambahan.

Untuk alternatif yang lebih sehat, padukan telur dengan makanan berserat seperti sayuran, roti gandum, atau alpukat yang membantu menjaga kestabilan energi dan pencernaan.

4. Pisang

Keduanya sama-sama bernutrisi tinggi, namun pisang dan telur memiliki waktu cerna yang berbeda. Jika dimakan bersamaan, sistem pencernaan bekerja lebih berat, menimbulkan rasa penuh dan kembung.

Untuk menghindarinya, konsumsi telur saat sarapan dan pisang sebagai camilan siang atau sore hari. Langkah kecil ini dapat membantu tubuh mencerna nutrisi lebih optimal tanpa membuat perut terasa tidak nyaman.

5. Daging

Telur dan daging sama-sama sumber protein dan lemak tinggi. Mengonsumsi keduanya dalam satu waktu bisa membebani sistem pencernaan.

Kombinasi ini juga cenderung membuat tubuh merasa lesu karena energi difokuskan untuk mencerna makanan berat tersebut. Sebagai gantinya, kombinasikan telur dengan makanan yang lebih ringan seperti sayur tumis, quinoa, atau roti gandum untuk porsi makan yang lebih seimbang.