Kejadian ini memicu berbagai reaksi dari pengguna media sosial, yang sebagian besar merasa kecewa dan terkejut dengan perlakuan tersebut.
Namun, ini bukan kali pertama sebuah ijazah digunakan sebagai pembungkus makanan. Sebelumnya, sudah ada kasus serupa yang viral, salah satunya adalah ijazah SD yang digunakan untuk membungkus mi, yang diunggah di Facebook.
Selain itu, sebuah ijazah SMP juga ditemukan digunakan untuk membungkus gorengan, yang diposting di Twitter. Tindakan seperti ini memunculkan pertanyaan besar tentang bagaimana masyarakat menghargai dokumen pendidikan yang sangat berarti bagi masa depan seseorang.
Pemerintah dan masyarakat umumnya memandang ijazah sebagai bukti sah atas pencapaian pendidikan. Ijazah ini mengandung nilai dan simbol penting yang mewakili perjuangan, waktu, dan usaha yang telah dikeluarkan oleh seseorang dalam proses belajar.
Oleh karena itu, tindakan menggunakan ijazah untuk keperluan yang tidak layak dipandang sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap makna mendalam dari dokumen tersebut.


















