
Banjarmasin, CMI News – Baru-baru ini, tragedi memilukan melanda masyarakat Banjarmasin. Beberapa orang dikabarkan meninggal dunia akibat keracunan kecubung, tanaman berduri yang sering disalahgunakan. Tragedi ini menjadi pengingat penting bagi kita semua tentang bahaya tersembunyi dari tanaman ini.
Puluhan remaja dirawat di Rumah Sakit Jiwa Sambang Lihum, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan diduga akibat mabuk kecubung. Sementara Dua orang di kabarkan meninggal dunia.
Hal ini pun menjadi viral, dalam beberapa video yang beredar di media sosial nampak remaja yang berjalan sempoyongan di tengah jalan dan bahkan hampir tertabrak kendaraan yang melintas.
Menurut, dr. Sinta Dyah Amrih Lestari menjelaskan, bagaimana dampak negatif buah kecubung terhadap kesehatan dan kejiwaan seseorang jika dikonsumsi.

“Ia mengatakan, buah kecubung (Datura metel) mengandung berbagai jenis bahan psikoaktif, terutama alkaloid tropana. Beberapa alkaloid yang dapat ditemukan dalam biji buah kecubung antara lain scopolamine, hyoscyamine, dan atropine.”
“Scopolamine adalah salah satu alkaloid yang paling dominan dalam biji buah kecubung. Alkaloid ini dapat memiliki efek yang menenangkan, mengurangi mual, dan menghambat ingatan. Hyoscyamine memiliki efek mirip dengan scopolamine, yaitu dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan mengurangi aktivitas otot. Sementara atropine, meskipun ditemukan dalam jumlah yang lebih kecil, dapat memiliki efek stimulan pada sistem saraf pusat,” tuturnya.
Ia juga memaparkan, bahwa biji buah kecubung mengandung senyawa-senyawa yang sangat kuat dan berpotensi berbahaya jika dikonsumsi tanpa pengawasan medis.
“Penggunaan biji buah kecubung untuk tujuan psikoaktif dapat memiliki efek samping serius dan berpotensi berbahaya bagi kesehatan fisik dan mental,” tandasnya.
Kecubung, atau Datura metel L., adalah tanaman berbunga yang berasal dari Amerika dan Meksiko. Tanaman ini mudah dikenali dengan bunganya yang berbentuk terompet dan buahnya yang berduri. Meskipun memiliki keindahan, kecubung menyimpan bahaya mematikan yang dapat merenggut nyawa.
5 Bahaya Utama Kecubung yang Harus Diwaspadai:
- Racun Tropane Mematikan: Kecubung mengandung racun tropane, yaitu skopolamine dan atropin. Racun ini dapat menyebabkan berbagai efek samping yang berbahaya, seperti halusinasi, kebingungan, hilang ingatan, agitasi, kelumpuhan, kejang, koma, dan bahkan kematian.
- Mudah Didapatkan dan Disalahgunakan: Kecubung mudah ditemukan di berbagai tempat, seperti taman, kebun, dan bahkan di pinggir jalan. Hal ini membuatnya mudah dijangkau dan disalahgunakan, terutama oleh anak-anak dan remaja.
- Bentuk Menarik dan Menipu: Bunganya yang indah dan buahnya yang unik membuat kecubung menarik bagi orang-orang yang tidak mengetahui bahayanya. Bentuknya yang indah ini dapat menipu orang untuk mencoba memakannya atau menggunakannya untuk tujuan lain.
- Berbagai Cara Penggunaan yang Berbahaya: Kecubung dapat digunakan dengan berbagai cara, seperti dimakan sebagai buah, dicampur dalam makanan, diisap sebagai rokok, diseduh sebagai teh, digunakan sebagai bahan baku kosmetik, atau bahkan dalam ritual keagamaan.
- Kecanduan dan Efek Fatal: Racun tropane dalam kecubung dapat menyebabkan kecanduan. Hal ini membuat orang yang pernah menggunakannya ingin terus menggunakannya dan meningkatkan dosisnya. Keracunan kecubung sering kali berakibat fatal, terutama jika tidak segera ditangani. Kematian akibat keracunan kecubung sering kali disebabkan oleh gagal napas atau henti jantung.
Tragedi di Banjarmasin menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Mari kita tingkatkan kesadaran tentang bahaya kecubung dan lindungi diri dan keluarga dari tanaman mematikan ini.






