”Pemerintah daerah berkomitmen untuk bersinergi agar program ini berkelanjutan dan tepat sasaran. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mewujudkan generasi Pemalang yang lebih sehat dan kuat,” ujar Nurkholes.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh Forkopimca Kecamatan Comal, Ketua Satgas MBG Pemalang, Korwil SPPI Pemalang, serta kepala desa dari ketiga desa penerima manfaat, menunjukkan kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga sosial, dan perangkat desa.
Suseno Bayu Wibowo, Pembina Yayasan Mannaf Global Nusantara, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberi, tetapi juga untuk memberdayakan. SPPG Mannaf menargetkan untuk menjangkau sekitar 2.500 hingga 3.500 penerima manfaat.
Penerima manfaat utama program ini adalah kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi, meliputi:
- Siswa Sekolah Dasar (SD)
- Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
- Ibu Hamil
- Ibu Menyusui
- Balita
Uniknya, program ini mengedepankan kemandirian pangan lokal dengan melibatkan 52 tenaga lokal yang mayoritas berasal dari Desa Kandang. Keterlibatan warga lokal ini memastikan program berjalan adaptif dan menciptakan lapangan kerja di tingkat desa.













