
Pemalang, Jawa Tengah – Upaya serius Pemerintah Kabupaten Pemalang dalam menekan angka stunting mendapat dukungan kuat dari lembaga sosial. Yayasan Mannaf Global Nusantara secara resmi meluncurkan Program Sosialisasi dan Pemberian Pangan Gizi (SPPG) Mannaf yang menjadikan tiga desa di Kecamatan Comal sebagai lokasi percontohan.
Acara peluncuran yang berlangsung pada Rabu, 5 November 2025, di Desa Kandang, menjadi penanda dimulainya gerakan perbaikan gizi skala desa yang ambisius. Tiga desa yang menjadi fokus awal program ini adalah Desa Kandang, Kendaldoyong, dan Kendalrejo.
Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, hadir dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurut Nurkholes, program SPPG Mannaf adalah langkah konkret yang sangat dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak dan menekan angka stunting di wilayahnya.
”Pemerintah daerah berkomitmen untuk bersinergi agar program ini berkelanjutan dan tepat sasaran. Inisiatif seperti ini sangat penting untuk mewujudkan generasi Pemalang yang lebih sehat dan kuat,” ujar Nurkholes.
Peluncuran ini turut dihadiri oleh Forkopimca Kecamatan Comal, Ketua Satgas MBG Pemalang, Korwil SPPI Pemalang, serta kepala desa dari ketiga desa penerima manfaat, menunjukkan kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga sosial, dan perangkat desa.

Suseno Bayu Wibowo, Pembina Yayasan Mannaf Global Nusantara, menjelaskan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberi, tetapi juga untuk memberdayakan. SPPG Mannaf menargetkan untuk menjangkau sekitar 2.500 hingga 3.500 penerima manfaat.
Penerima manfaat utama program ini adalah kelompok yang paling rentan terhadap masalah gizi, meliputi:
- Siswa Sekolah Dasar (SD)
- Anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
- Ibu Hamil
- Ibu Menyusui
- Balita
Uniknya, program ini mengedepankan kemandirian pangan lokal dengan melibatkan 52 tenaga lokal yang mayoritas berasal dari Desa Kandang. Keterlibatan warga lokal ini memastikan program berjalan adaptif dan menciptakan lapangan kerja di tingkat desa.
Yayasan Mannaf Global Nusantara berharap SPPG Mannaf dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Lebih dari itu, Bayu menyatakan komitmen Yayasan untuk menjadikan program ini sebagai model pemberdayaan gizi berbasis desa.
Dengan memprioritaskan kemandirian pangan lokal dan partisipasi aktif masyarakat, program ini diharapkan dapat menjamin perbaikan gizi yang tidak hanya instan, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang. Peluncuran SPPG Mannaf di Comal ini diharapkan menjadi tonggak awal kolaborasi yang harmonis antara semua pihak dalam menciptakan pondasi gizi yang kuat bagi masa depan Kabupaten Pemalang.






