
CILACAP – CMI News : Simulasi Peringatan Dini dan Aksi Dini Gempa dan Tsunami di gelar SMP Pius Cilacap, Jumat, (12/10/2024).
Early Warning Early Action atau Peringatan Dini dan Aksi Dini Gempa dan Tsunami ini di gelar saat jam pelajaran berlangsung dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap sebagai Fasilitator.
Humas PMI, R. Endro Teguh Kusumo, menjelaskan, simulasi ini perlu di laksanakan di sekolah. Diawali dengan kondisi normal Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Saat KBM, tiba-tiba gempa dahsyat sekitar 20 detik mengguncang. Seluruh warga sekolah dengan rasa panik melakukan gerakan 4 B, yakni Berlutut (Drop), Berlindung (Cover), Bertahan (Hold On), dan Berdoa (Praying)”, jelasnya.
Endro menambahkan, posisi Drop seperti bersujud melindungi kepala, berlindung di kolong meja dan tempat aman lainnya sebagai bagian dari Cover, dan Hold On dengan memegang kaki meja, serta Praying sesuai agama dan kepercayaan.


“Setelah gempa berhenti, seluruh warga sekolah keluar kelas menuju Titik Kumpul 1 yaitu di halaman sekolah dengan tetap melindungi kepala menggunakan tas masing-masing, dengan duduk melingkari guru sesuai kelasnya, dalam posisi jongkok dengan tetap melindungi kepala”, imbuhnya.
Saat para siswa berjongkok, wali kelas mengabsen siswanya dan memandu untuk berdoa bersama.
“Gempa yang baru terjadi menurut BMKG berkekuatan 7,5 SR, dan Kepala Sekolah mendapat informasi gempa tersebut berpotensi Tsunami. Selanjutnya seluruh warga sekolah mendapat instruksi dari Kepala Sekolah untuk mengevakuasi ke lantai 2 gedung sekolah sebagai Titik Kumpul II”, kata Endro.
Warga sekolah tetap berada di titik kumpul II, hingga Kepala Sekolah mendapat informasi Valid potensi Tsunami diakhiri dan keadaan dinyatakan normal.
Humas PMI menyebut, Simulasi Early Warning Early Action Gempa dan Tsunami ini sebelumnya sekolah membuat SOP bencana di Sekokah, kajian risiko, peta risiko Sekolah, sistem peringatan diri (SPD), rencana evakuasi, skenario simulasi gempa dan tsunami di sekolah serta rambu rambu evakuasi. Kegiatan serupa, menurut Endro juga telah dilaksanakan di SMP Maria Immaculata Cilacap.
[ez-toc]

Sementara itu, Kepala SMP Pius, Sr. M. Sinclair, mengatakan, sangat mengapresiasi digelarnya kegiatan sosialisasi dan simulasi risiko bencana yang diikuti oleh 188 siswa dan 21 guru/karyawan SMP Pius.
“Tujuan di adakannya kegiatan ini, supaya seluruh warga sekolah paham dan mempunyai pengetahuan tentang bagaimana nanti jika terjadi bencana dapat menyelamatkan diri”, ucapnya.
Sinclair berharap, ketika terjadi bencana gempa dan tsunami, seluruh warga sekolah khususnya SMP Pius dapat meminimalisir korban.
Senada dengan Kepala Sekolah, Ketua Osis SMP Pius, Jenimar Claragasia Simbolon, adanya sosialisasi dari PMI kami sangat bersyukur.
“Setelah mendapat sosialisasi yang di sampaikan oleh kakak-kakak dari PMI, kami jadi lebih tanggap jika ada bencana, lebih gesit apa yang harus kami lakukan dalam menyelamatkan diri. Dan pada kesempatan ini saya juga berpesan kepada semua jangan tanggap akan bencana, terutama gempa dan tsunami”, pungkasnya.








