PEMALANG – Menghadapi tantangan arus informasi dan dinamika pergaulan remaja yang kian kompleks, Pemerintah Kabupaten Pemalang memperkuat kolaborasi antarinstansi melalui program edukasi publik. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Pemadam Kebakaran Kabupaten Pemalang menggelar kegiatan Satpol PP Goes To School di SMP Negeri 5 Comal pada Rabu (15/7/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi lintas sektor—melibatkan Bakesbangpol, Polsek Comal, hingga Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo)—guna memberikan pembekalan komprehensif bagi para pelajar. Fokus utama yang diusung meliputi penguatan wawasan kebangsaan, pencegahan penyalahgunaan narkoba dan aksi kekerasan, serta peningkatan literasi digital.

Wakil Kepala SMP Negeri 5 Comal, Rasimi, menyampaikan apresiasi mendalam atas inisiatif dan kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya. Menurutnya, materi yang dihadirkan sangat relevan dengan ancaman nyata yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Satpol PP dan seluruh instansi yang telah memilih SMP Negeri 5 Comal sebagai lokasi kegiatan. Semoga kegiatan ini dapat menambah wawasan sekaligus membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, serta mampu menghadapi tantangan di era digital,” tegas Rasimi.

Dipandu oleh Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Pemalang, Khusnul Khotimah, sesi pemaparan diawali oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa dan Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya Bakesbangpol Pemalang, R. Bambang Murdiyoko. Mengangkat tema “Kedaulatan Bangsaku Ada di Pundakku (Generasi Muda): Masa SMP = Masa Emas”, Bambang menekankan pentingnya menanamkan jiwa nasionalisme sejak dini.

“Masa SMP merupakan masa emas dalam pembentukan karakter. Nilai-nilai kebangsaan harus ditanamkan sejak sekarang agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, cinta tanah air, dan siap menghadapi masa depan,” papar Bambang di hadapan ratusan siswa.

Sesi berikutnya menyoroti perlindungan siswa dari bahaya lingkungan pergaulan. Aiptu Aris Widiyanto dari Unit Binmas Polsek Comal menyampaikan materi bertajuk “Jauhi Narkoba dan Kekerasan”. Dalam imbauannya, ia mengingatkan bahaya laten perundungan (bullying), tawuran, hingga jeratan obat-obatan terlarang.

“Prestasi tidak akan pernah sejalan dengan narkoba maupun kekerasan. Jadilah pelajar yang berani mengatakan tidak pada narkoba, saling menghargai sesama teman, dan menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik,” ujar Aris menegaskan.

Sebagai penutup rantai edukasi, Regina Nila Puspitaningtyas dari Diskominfo Kabupaten Pemalang membawakan materi literasi digital bertema “Jagoan HP, Bukan Budak HP: Cerdas Digital, Kuat Karakter”. Ia mengajak para murid memposisikan gawai sebagai sarana produktif, bukan sekadar alat hiburan yang memicu kecanduan atau keterlibatan dalam penyebaran hoaks.

“Handphone adalah sarana belajar, berkarya, dan berkomunikasi. Jadilah pengguna teknologi yang cerdas, bukan menjadi budak teknologi. Bijak bermedia digital adalah bagian dari membangun karakter generasi masa depan,” terang Tyas.

Antusiasme siswa terpancar sepanjang jalannya acara. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana para peserta aktif berdiskusi dan menjawab pertanyaan narasumber. Panitia juga menyematkan apresiasi berupa reward bagi siswa yang proaktif, menambah keseruan atmosfer belajar di aula sekolah.

Melalui program Satpol PP Goes To School, Pemkab Pemalang membuktikan bahwa perlindungan dan pembinaan generasi muda membutuhkan langkah gotong royong. Kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem sekolah yang aman, kondusif, dan melahirkan generasi penerus yang berkarakter kuat.