Purwokerto, cminews.co.id : Seminar Internasional bertema “Artificial Intelligence (AI) dan Masa Depan Guru Mengintegrasikan Teknologi Untuk Pendidikan yang Humanis dan Berkelanjutan” digelar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Banyumas.

Seminar tersebut digelar dalam rangka HUT PGRI ke-80 dan Hari Guru Nasional 2025, Rabu (26/11) yang diikuti ratusan guru secara lurinh maupun daring.

Kehadiran AI harus diposisikan sebagai alat bantu untuk memperkuat kreativitas dan efektivitas pengajaran, seperti disampaikan Ketua PGRI Banyumas, Sarno. “Teknologi tidak boleh menggeser peran guru sebagai pendidik utama”, ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, H. Joko Wiyono, menekankan pentingnya tiga prinsip dalam penyelenggaraan pendidikan di Banyumas.

Rektor UMP dalam sambutan Seminar Internasional Membahas AI dan masa depan guru.

“Setiap guru penting menerapkan tiga prinsip dalam penyelenggaraan pendidikan yaitu, ramah, bersahabat, dan bersemayam untuk siapa saja”, ucap Kadinas Pendidikan.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi harus dilakukan secara moderat.

“Teknologi harus dimanfaatkan secara moderat tetap berpijak pada nilai kemanusiaan serta karakter lokal. Harus selaras dengan jati diri Banyumas”, jelasnya.

Selain ucapan selamat Hari Guru Nasional, ditegaskan Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Jebul Suroso bahwa peran guru tidak tergantikan meski kecerdasan buatan berkembang pesat.

Jebul Suroso berharap seminar ini menjadi momentum peningkatan kompetensi pendidik. “Dalam menghadapi era digital, melalui seminar ini diharapkan menjadi momentum peningkatan kompetensi pendidik”, tutupnya. (*)