Salah satunya dari proyek panel surya terapung berkapasitas dasar 2 GW. Proyek ini diperkirakan menambah nilai sekitar Rp 535 per saham, sehingga jika dimasukkan ke valuasi penuh, target harga dapat naik ke Rp 2.500 dari sebelumnya Rp 2.300 per saham.
Tantangan dan Sentimen ke Depan
Meski memiliki portofolio energi terbarukan yang menjanjikan, harga saham ADRO tertinggal dibandingkan emiten sejenis seperti TOBA, PGEO, dan BRPT. Sentimen pasar yang masih berhati-hati, ditambah tekanan di sektor batubara global, menjadi faktor yang menahan pergerakan harga.
Ke depan, keberhasilan ADRO dalam merealisasikan proyek energi terbarukan berpotensi menjadi katalis positif, terutama jika pasar mulai menghargai transisi bisnis dari energi fosil ke energi bersih.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















