Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per 12 Agustus 2025, jumlah saham treasuri ADRO mencapai 1,776 miliar lembar atau 5,78% dari total saham beredar. Angka ini naik dari posisi sebelumnya 1,759 miliar lembar (5,72%).
Buyback ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen terhadap valuasi perseroan, sekaligus cara menjaga harga saham di tengah volatilitas pasar.
Sejumlah sekuritas masih optimistis terhadap prospek ADRO. Pilarmas Investindo Sekuritas, misalnya, menetapkan target harga Rp 2.376 per saham.
Indo Premier Sekuritas bahkan menilai ADRO memiliki potensi kenaikan harga yang belum sepenuhnya tercermin di pasar.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















