
Kebumen, cminews.co.id : Memasuki hari ketiga pencarian seorang anak yang dikabarkan tenggelam di muara Sungai Luk Ulo Kecamatan Petanahan Kebupaten Kebumen, dihari ketiga pencarian membuahkan hasil.
Upaya yang terus dilakukan tim SAR gabungan sejak hari pertama digelar operasi SAR, dengan memperluas area pencarian membuahkan hasil.
Koordinator tim SAR gabungan, Rowidin, mengatakan, SAR gabungan dibagi menjadi 3 Search Rescue Unit (SRU), dimana SRU 1 melakukan penyisiran darat dari lokasi kejadian peristiwa (LKP) sejauh 2 kilometer ke arah timur.
“SRU 2 juga melakukan penyisiran darat ke arah barat sejauh 2 kilometer. Sedangkan SRU 3 penyisiran di permukaan air menggunakan LCR milik Basarnas dan BPBD Kebumen di sekitar LKP”, ujarnya.
Ia menyebut, tim SAR gabungan berhasil menemukan survivor (korban) sekira pukul 10:15 WIB.


“Alhamdulillah survivor berhasil ditemukan setelah tim SAR gabungan melakukan pencarian dihari ketiga ini. Korban terbawa arus dan ditemukan sejauh kurang lebih 2,25 kilometer dari LKP ke arah timur, atau tepatnya pada koordinat 7°46’55.8″S 109°37’11,9″E”, imbuhnya, Minggu (8/3/2026).
Korban atau survivor, lanjut Rowidin, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
“Setelah tim SAR gabungan mengevakuasi korban, selanjutnya di bawa dan diserahkan kepada keluarga korban untuk penanganan lebih lanjut”, jelasnya.
Dengan ditemukannya korban, maka secara resmi operasi SAR dinyatakan ditutup, dan seluruh potensi SAR dikembalikan ke kesatuannya masing-masing, dengan ucapan terima kasih.
Korban seorang anak laki-laki, diketahui atas nama Abdul Fatah (11) warga setempat. Kronologi kejadian terjadi pafa Jumat (6/3), sekira pukul 16:30 WIB, dimana sekitar lima anak bermain dan berenang di Muara Sungai Luk Ulo.
Empat anak saat berenang berhasil menyelamatkan diri, sementara Abdul Fatah tenggelam. Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak terkait untuk dilakukan pencarian dan pertolongan.
Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terdiri dari Basarnas Kantor SAR Cilacap, Unit Siaga SAR (USS) Kebumen, TNI AL, Koramil dan Polsek Petanahan, masyarakat dan nelayan setempat, serta keluarga korban dan relawan potensi SAR lainnya. (*)








