CMI News — Nilai tukar rupiah menutup perdagangan tanpa perubahan berarti. Di tengah tekanan global dan menurunnya tensi dolar AS, rupiah justru bergerak terbatas dan masih bertahan di sekitar Rp16.655 per dolar AS.
Data Refinitiv menunjukkan, sepanjang sesi perdagangan rupiah bergerak tipis di rentang Rp16.640โRp16.670 per dolar AS, mencerminkan minimnya katalis yang dapat mendorong penguatan lebih lanjut.
Dolar AS Melemah, Tapi Rupiah Belum Bisa Manfaatkan Momentum
Indeks dolar (DXY) tercatat melemah tipis 0,07% ke posisi 99,39 pada pukul 15.00 WIB. Secara teori, pelemahan dolar AS biasanya membuka ruang bagi penguatan mata uang negara berkembang. Namun, pelaku pasar tampak berhati-hati menjelang sejumlah agenda besar di akhir tahun.
Ekspektasi bahwa The Fed akan kembali memangkas suku bunga 25 bps pekan depan menjadi salah satu faktor yang menekan dolar. Selain itu, rumor bahwa Kevin Hassett, ekonom yang dikenal dovish, menjadi kandidat kuat pengganti Jerome Powell menambah ketidakpastian arah kebijakan moneter AS.
Sentimen ini membuat investor global menahan diri sambil menunggu data ketenagakerjaan AS dan konfirmasi rencana kebijakan moneter awal 2026.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













