
CILACAP – CMI News : Rukun Nelayan Desa Jetis Kecamatan Nusawungu Kabupaten Cilacap, menggelar Festival Nelayan Sedekah Laut, Kamis (11/7/2024).
Sedekah laut merupakan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas rezeki yang diberikan melalui laut, seperti di sampaikan Ketua Rukun Nelayan Desa Jetis, Marimun.
Menurutnya, pentingnya menjaga tradisi sedekah laut sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut yang melimpah dan permohonan keselamatan kepada Sang Pencipta.
“Sedekah laut adalah wujud rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang di berikan melalui laut, sekaligus ini juga sebagai ajang untuk mempererat silaturahmi diantara nelayan dan masyarakat”, ucap Ketua Rukun Nelayan Desa Jetis.


Prosesi acara yang di laksanakan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Jetis, dan juga di TPI Simerak, di mulai dengan memanjatkan doa bersama, di lanjutkan dengan prosesi larung Jolen ke laut selatan yang di pimpin oleh sesepuh Desa setempat,
Sedikitnya ada 6 Jolen yang di larung masing-masing dari TPI Jetis sebanyak 4 Jolen, dan TPI Simerak melarung 2 Jolen. Dalam Jolen tersebut berisi berbagai hasil bumi, aneka makanan tradisional, juga kepala Kambing atau Sapi yang di larung ke laut selatan sebagai simbol penghormatan dan rasa syukur kepada Tuhan, yang memberikan rezeki melalui laut.
Ketua TPI Simerak, H. Solihin Haryanto, mengatakan, TPI Simerak tergolong TPI baru. “Dengan adanya TPI Simerak, semoga menjadikan peningkatan ekonomi keluarga bagi warga masyarakat setempat”, ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Jetis, Muharno, dalam kesempatan tersebut mengatakan, tradisi sedekah laut bukan hanya ritual semata, tetapi juga simbol kebersamaan dan kerjasama yang harus di pertahankan. Antusias warga masyarakat dalam gelaran sedekah laut ini juga luar biasa.
“Kami berharap, melalui kegiatan sedekah laut ini, semangat gotong royong dan kebersamaan di Desa Jetis semakin kuat”, kata Muharno.
Selain prosesi larungan Jolen dalam gelaran sedekah laut, juga di meriahkan dengan berbagai pertunjukkan seni tradisional, seperti tari tarian, musik gamelan dan lainnya.

Ribuan pengunjung, dari anak-anak hingga orang dewasa, sejak pagi sudah memadati TPI Jetis dan TPI Simerak, tidak lain ingin menyaksikan secara langsung prosesi acara sedekah laut dan larungan Jolen ke laut selatan.
Danramil 05/Nusawungu, Kapten Inf Agus Sudarso, dan Kapolsek Nusawungu Kompol Sutono, terlihat ikut dalam gelaran sedekah laut tersebut, menambah rasa aman masayarakat yang mengikuti rangakaian kegiatan.
Dukungan TNI dan Polri dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dalam menciptakan situasi yang kondusif dan harmoni, seperti di ucapkan Danramil Nusawungu.
“Kami hadir bersama Kapolsek dan anggotanya, untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, dan tertib, semoga kegiatan seperti ini terus di lestarikan sebagai bagian dari identitas kita”, imbuh Danramil.
Festival nelayan dalam gelaran Sedekah Laut, tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi lebih dari pada itu, sebagai momentum untuk memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di antara warga.
Dengan semangat yang sama, tradisi ini, diharapkan dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang, menjaga agar nilai-nilai luhur budaya tetap hidup.
Festival Nelayan Gelaran Sedekah Laut Desa Jetis, bukti nyata bagaimana budaya dapat menjadi pengikat kuat dalam masyarakat, selain menghadirkan rasa syukur, mengharap keselamatan dan harapan yang lebih baik di masa ke depan serta adanya kebersamaan antar warga masyarakat.








