Purwokerto, cminews.co.id : Sepak bola api, sebuah tradisi unik yang digelar dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Pertandingan panas berlangsung di halaman Masjid Al Barokah Kelurahan Karanglewas Lor Kecamatan Purwokerto Barat ini dipadati ratusan warga yang ingin menyaksikan pertandingan.
Pertandingan tersebut diikuti lima tim masing-masing tim terdiri dari lima pemain. Dengan bola yang menyala, para pemain menunjukkan keberanian sekaligus kekompakan.
Sepak bola api merupakan bagian dari upaya generasi muda dalam menjaga tradisi sekaligus memeriahkan momentum tahun baru Islam. “Bukan sekedar hiburan, sepak bola api merupakan warisan budaya yang perlu di jaga”, ucap ketua panitia kegiatan.
Sementara itu, Sekretaris Kelurahan Karanglewas Lor, Yuli Fatiah menegaskan bahwa tradisi sepak bola api menjadi simbol kebersamaan masyarakat.
“Sepak bola api merupakan warisan leluhur yang harus dilestarikan. Harapan kami, seluruh rangkaian acara dapat berjalan aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat”, ujarnya.
Senada dengan Yuli Fatiah, Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus P. Silalahi, melalui Kapolsek Purwokerto Barat AKP Susanto, menyampaikan pengamanan yang dilakukan aparat kepolisian sebagai bentuk komitmen dalam mendukung kegiatan masyarakat, sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.
“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat berjalan aman dan tertib. Selain itu kegiatan ini menjadi bagian dari pelestarian budaya lokal yang perlu didukung bersama”, tegasnya.
Situasi terpantau aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung pada Jumat (19/6) malam. Antusiasme warga yang tinggi menjadi bukti bahwa tradisi sepak bola api masih memiliki tempat di hati masyarakat sekaligus menjadi ruang mempererat kebersamaan di tengah kehidupan modern. (*)






