Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Puisi

PUISI “RINDU TERDALAM”

×

PUISI “RINDU TERDALAM”

Sebarkan artikel ini
PUISI "RINDU TERDALAM"
foto: ilustrasi (Ai)

Syarat makna kehidupan,

Banyak yang lupa

dari mana asal-usulnya.

Banyak dada menganga,

membuka kesombongan,

memberi keangkuhan.

Tengoklah ke belakang:

“Siapa dirimu?”

Kita manusia sempurna,

berakhlaklah yang lebih mulia.

“Bukan dirimu,”

tetapi perilakumu.

Ingatlah!

Diri kita sama,

dicipta dari tanah yang kotor,

terinjak dan diinjak.

Hanya kuasa Tuhan

yang menyempurnakan,

agar kita sempurna

menjadi manusia berguna.

Kita hanyalah kita,

yang pada akhirnya

pulang tiada bernyawa.

Apalagi yang ditunggu?

Kalau secuil kebaikan

tidak pernah engkau sisihkan,

rindu terdalam

hanyalah sebuah penyesalan.

Hanya dosa dan doa,

air mata.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights