Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
Papua

OMK ADALAH KEKUATAN GEREJA, USKUP TIMIKA AJAK KAUM MUDA TEMUKAN JATI DIRI DAN PANGGILAN HIDUP

×

OMK ADALAH KEKUATAN GEREJA, USKUP TIMIKA AJAK KAUM MUDA TEMUKAN JATI DIRI DAN PANGGILAN HIDUP

Sebarkan artikel ini

Dogiyai, CMI News – Uskup Keuskupan Timika, Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, mengingatkan Orang Muda Katolik (OMK) bahwa mereka merupakan kekuatan dan harapan Gereja masa kini maupun masa depan. Pesan tersebut disampaikan dalam Misa Pembukaan Kamuu-Mapia Youth Day (KYD) 2026 yang berlangsung di Paroki Santa Maria Imakulata Moanemani, Dekenat Kamuu-Mapia, Jumat (26/6/2026).

Dalam kata pengantarnya sebelum perayaan Ekaristi dimulai, Uskup Bernardus menegaskan bahwa KYD merupakan kesempatan istimewa bagi kaum muda untuk saling berbagi pengalaman iman dan memperkuat persaudaraan sebagai satu komunitas Orang Muda Katolik.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

“Hari ini adalah hari khusus untuk saling berbagi, bukan hanya sebagai anggota paroki masing-masing, tetapi juga sebagai satu persekutuan Orang Muda Katolik,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa Gereja sangat membutuhkan keterlibatan kaum muda. Menurutnya, tanpa partisipasi aktif generasi muda, kehidupan Gereja akan kehilangan daya tumbuh dan masa depannya.

“Orang muda adalah kekuatan dan harapan Gereja. Gereja akan mati jika orang muda tidak aktif dan tidak berpartisipasi dalam kehidupan menggereja,” tegasnya.

Uskup juga mengingatkan bahwa masa muda merupakan masa emas yang tidak boleh disia-siakan dengan berbagai perilaku yang merusak masa depan. Ia menyebut berbagai persoalan sosial seperti alkoholisme, perjudian, kekerasan, HIV/AIDS, penyalahgunaan zat adiktif, dan berbagai bentuk perilaku menyimpang lainnya sebagai “kusta zaman modern” yang perlu disembuhkan oleh Tuhan.

Karena itu, ia mengajak para peserta KYD untuk membuka hati terhadap karya penyembuhan Tuhan sehingga mampu menjadi saksi Kristus dan menghadirkan kasih-Nya bagi sesama.

OMK Memiliki Potensi Besar bagi Gereja dan Masyarakat

Dalam homilinya, Uskup Bernardus kembali menekankan bahwa setiap orang muda memiliki potensi, bakat, dan talenta yang besar. Potensi tersebut mencakup aspek fisik, sosial, intelektual, maupun rohani yang perlu dikembangkan secara seimbang.

Menurutnya, Gereja memberikan perhatian khusus kepada kaum muda karena mereka merupakan harapan bagi Gereja, masyarakat, bangsa, dan dunia.









error: