“Melalui kegiatan ini, kami berharap para ibu terinspirasi menyajikan hidangan yang lebih menarik. Harapannya, minat anak-anak untuk mengonsumsi buah dan sayur meningkat karena penyajiannya yang kreatif,” ujar Noor Faizah di sela-sela acara.
Selain edukasi gizi, lomba ini menjadi ajang promosi komoditas unggulan daerah. Para peserta ditantang memberdayakan produk lokal Pemalang, seperti nanas madu dan berbagai sayuran segar, guna mendukung ketahanan pangan mandiri di tingkat keluarga.
Noor Faizah menambahkan bahwa akses pangan tidak hanya soal kuantitas atau rasa kenyang, tetapi harus memenuhi standar kualitas gizi yang seimbang. Dengan memanfaatkan potensi lokal, masyarakat diharapkan mampu menciptakan kedaulatan pangan yang sehat dan ekonomis.



















