CMI News — Presiden Prabowo Subianto menyoroti pentingnya pemahaman ekonomi bagi generasi muda, khususnya mereka yang tertarik terjun ke dunia politik.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar Indonesia saat ini adalah minimnya koneksi antara dunia politik dan ekonomi, padahal keduanya tidak bisa dipisahkan.

“Banyak pemimpin politik, menurut saya, tidak mau mengerjakan PR-nya. Banyak juga yang mungkin takut pada angka-angka atau takut pada dunia bisnis,” ujar Prabowo.

Politik dan Ekonomi: Dua Dunia yang Tak Bisa Dipisahkan

Prabowo menekankan, untuk menjadi pemimpin yang efektif, pemahaman tentang ekonomi dan bisnis menjadi syarat mutlak. Ia mendorong generasi muda agar tidak hanya bersemangat secara ideologis, tetapi juga memiliki wawasan ekonomi yang kuat untuk memahami realitas pembangunan.

“Sekarang saatnya para pemimpin muda Indonesia yang ingin terjun ke dunia politik harus memahami bisnis dan ekonomi,” ujarnya menegaskan.

Dalam pandangannya, politik tanpa fondasi ekonomi yang kuat berisiko melahirkan kebijakan yang tidak efektif atau bahkan menyesatkan. Ia menyebut bahwa keputusan politik yang baik selalu lahir dari pemahaman terhadap dinamika ekonomi nasional dan global.

Kutipan Bill Clinton Jadi Pengingat

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengutip slogan kampanye legendaris Bill Clinton pada 1992, “It’s The Economy, Stupid!” — sebuah kalimat sederhana namun kuat yang menegaskan bahwa keberhasilan politik berakar pada kondisi ekonomi rakyat.

“Saya tidak tahu bagaimana menerjemahkannya secara tepat, tapi intinya ya, ‘ini soal ekonomi, bodoh!’,” kata Prabowo sambil tertawa kecil, memecah suasana forum yang dihadiri para CEO global tersebut.

Pesan untuk Generasi Muda: Jangan Takut pada Para “Ahli”

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa seorang politisi yang tidak memahami ekonomi akan mudah dipengaruhi bahkan “dibodohi” oleh para ekonom atau teknokrat. Ia mendorong anak muda agar tidak takut mempelajari hal-hal teknis, termasuk ekonomi makro, bisnis, dan keuangan publik.

“Kalau kamu tidak mengerti ekonomi, kamu bisa dibodohi oleh para ekonom. Jadi jangan pernah takut pada yang disebut ‘ahli’. Ini saya sampaikan untuk anak-anak muda saya,” tegasnya.

Pesan Ekonomi di Tengah Arah Kebijakan Baru

Pernyataan Prabowo ini muncul di tengah dinamika global yang menuntut keseimbangan antara kebijakan populis dan pendekatan ekonomi rasional. Dalam konteks kepemimpinannya, pesan ini bisa dibaca sebagai dorongan untuk mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya politis, tetapi juga ekonomis dan pragmatis.

Dengan mengutip slogan Bill Clinton, Prabowo tampaknya ingin menegaskan bahwa stabilitas dan kemajuan ekonomi harus menjadi prioritas utama dalam setiap agenda politik nasional — bukan sekadar retorika kampanye.