PEMALANG — Pemerintah Kabupaten Pemalang menegaskan komitmennya dalam memberantas aksi perundungan di lingkungan sekolah. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pemalang, Nurkholes, saat melayat ke rumah duka almarhum MH (Mhaq), korban dugaan penganiayaan dan perundungan di Kelurahan Kebondalem, Kamis (1/10/2026).
Dalam takziah tersebut, Nurkholes hadir mendampingi keluarga korban bersama jajaran pejabat daerah, seperti Plt Kepala Dindikpora Ismun Hadiyo, Kepala Dinsos KBPP Mu’minun, hingga jajaran Forkopimca setempat.
Nurkholes menegaskan bahwa Pemkab Pemalang tidak akan memberi toleransi sedikit pun terhadap segala bentuk bullying. Ia berharap insiden tragis ini menjadi pelajaran berharga dan tidak boleh terulang kembali pada anak-anak lain di wilayah Kabupaten Pemalang.
“Berdasarkan laporan kronologi dari pihak sekolah, sempat terjadi perselisihan antara korban dan pelaku yang kemudian berlanjut pada tindakan pemukulan,” ujar Nurkholes.
Saat ini, jenazah siswa berinisial MH sedang dalam proses autopsi oleh tim medis dan kepolisian guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Nurkholes turut menyampaikan belasungkawa mendalam sembari menunggu rilis resmi dari aparat penegak hukum.
Sementara itu, kasus ini telah resmi ditangani oleh pihak kepolisian untuk mengusut tuntas proses hukum yang berlaku.






