Pada tanggal 10 Oktober 2025, kelompok mahasiswa Program Belajar Lapangan (PBL) melakukan kegiatan intervensi kesehatan berupa penyuluhan tentang penyakit Tuberkulosis (TB) pada kegiatan rutin pengajian ibu-ibu di RT 8 Desa Tarikan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh ibu Sekretaris Desa Tarikan, anggota kelompok mahasiswa, serta para peserta pengajian yang hadir hampir seluruhnya. Suasana penyuluhan berlangsung hangat, interaktif, dan dipenuhi antusiasme dari ibu-ibu sejak awal hingga akhir acara.

Kegiatan dimulai dengan sambutan pembuka dari perwakilan mahasiswa yang menjelaskan tujuan penyuluhan, yaitu meningkatkan pengetahuan masyarakat terutama ibu rumah tangga tentang pentingnya pencegahan penyakit menular seperti TB. Ibu Sekdes juga memberikan sambutan singkat yang berisi dukungan penuh terhadap kegiatan PBL karena sangat bermanfaat bagi masyarakat desa, terutama dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pada sesi utama, mahasiswa memberikan penjelasan lengkap mengenai pengertian Tuberkulosis (TB). TB dijelaskan sebagai penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang umumnya menyerang organ paru-paru, namun dapat juga mengenai kelenjar, tulang, bahkan otak. Mahasiswa menyampaikan bahwa penularan TB terjadi melalui droplet atau percikan dahak penderita saat batuk, bersin, atau berbicara, sehingga lingkungan rumah dengan ventilasi buruk, kebiasaan merokok, dan daya tahan tubuh rendah menjadi faktor risiko yang mempermudah penyebaran penyakit ini.

Setelah memahami apa itu TB, mahasiswa menjelaskan secara rinci cara-cara mencegah penularan TB, di antaranya:

  1. Membuka jendela setiap pagi agar sinar matahari dan udara segar masuk ke rumah.

  2. Menggunakan masker ketika sedang batuk atau berada di sekitar orang yang sedang batuk lama.

  3. Tidak berbagi alat makan atau minum dengan penderita TB.

  4. Menghindari kebiasaan merokok dan paparan asap rokok.

  5. Melakukan pemeriksaan dahak di fasilitas kesehatan jika mengalami batuk berdahak lebih dari 2 minggu.

  6. Menjaga kebersihan rumah, terutama mengelola debu agar tidak menumpuk.

Mahasiswa kemudian memberikan tips dan trik menjaga kesehatan paru-paru, seperti menjaga pola makan sehat, memperbanyak konsumsi air putih, mengonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan imunitas, rutin melakukan aktivitas fisik, serta membiasakan etika batuk yang benar. Penekanan khusus diberikan pada pentingnya dukungan keluarga bagi pasien TB, karena pengobatan TB memerlukan kedisiplinan minum obat selama minimal 6 bulan tanpa putus.

Selama penyampaian materi, ibu-ibu sangat aktif bertanya. Mereka bertanya mengenai gejala TB yang sering diabaikan, apakah TB bisa menular melalui alat masak, bagaimana kondisi anak-anak jika terpapar, serta apakah TB dapat kambuh kembali. Tidak hanya itu, beberapa ibu juga menanyakan penyakit lain seperti hipertensi, asam urat, dan masalah kesehatan keluarga mereka. Hal ini menunjukkan tingginya minat dan keinginan masyarakat untuk memahami lebih jauh tentang kesehatan.

Di akhir kegiatan, para ibu pengajian menyampaikan ucapan terima kasih atas ilmu dan informasi yang telah diberikan. Mereka mengaku baru memahami secara rinci mengenai TB dan merasa penyuluhan seperti ini sangat penting untuk mencegah penyakit di lingkungan keluarga. Mereka berharap kegiatan ini dapat terus dilakukan secara berkala agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya kesehatan.

Kegiatan penyuluhan di RT 8 Desa Tarikan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan bentuk apresiasi atas kerja sama serta partisipasi seluruh peserta. Secara keseluruhan, intervensi ini berjalan dengan sangat baik dan diharapkan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan dan perilaku kesehatan masyarakat Desa Tarikan.