Cikarang, CMI News – Pemerintah memastikan bahwa gas bumi akan semakin difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, kebijakan pengalihan sebagian gas ekspor ke pasar domestik menjadi langkah strategis agar industri tidak terganggu pasokannya.

“Gas untuk dalam negeri harus menjadi prioritas. Karena itu, sebagian yang tadinya untuk ekspor kita alihkan agar industri tetap berjalan,” ujar Bahlil dalam keterangannya dikutip Sabtu (23/8/2025).

Mekanisme Swap Gas Jadi Opsi Cepat

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Migas (SKK Migas) menerapkan mekanisme swap gas multi-pihak sejak 22 Agustus 2025 untuk menjaga stabilitas pasokan.

Skema ini melibatkan kolaborasi antara kontraktor hulu migas dan pembeli, termasuk West Natuna Supply Group, Medco E&P Grissik, PetroChina Jabung, Premier Oil, Star Energy, Pertamina, PGN, hingga Sembcorp Gas.

Dalam skema tersebut, 27 BBTUD gas dari West Natuna dialihkan ke PGN dengan penyaluran dilakukan melalui jaringan Medco E&P Grissik dan PetroChina Jabung.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyebut, mekanisme ini hanya bisa berjalan berkat sinergi kuat antar pelaku industri dan pemerintah.

“Intinya kita tidak menambah konsumen baru, tapi menjaga agar pelanggan lama tetap mendapat suplai,” katanya.

Cadangan Migas Terbatas, Tantangan Eksplorasi Tinggi

Djoko mengingatkan bahwa minyak dan gas bumi adalah sumber daya tak terbarukan. Meski rasio keberhasilan eksplorasi meningkat dari 10:1 menjadi 10:3, risiko dry hole (sumur kering) masih sangat tinggi, sekitar 70%.

Selain itu, sebagian besar potensi cadangan baru berada di laut dalam (offshore) yang membutuhkan teknologi dan biaya besar. Artinya, tanpa temuan cadangan baru dalam jumlah signifikan, pasokan gas nasional ke depan bisa menghadapi tekanan.

Dukungan dari Industri Hulu

Pihak swasta juga menyatakan dukungannya. MedcoEnergi, melalui Blok South Sumatra, menambah suplai gas untuk memperkuat pasokan domestik.

“Medco mendukung penuh upaya pemerintah. Kami sudah menambah pasokan gas agar industri dalam negeri tetap mendapat suplai stabil,” kata Ronald Gunawan, Direktur & COO MedcoEnergi.