Cikarang, CMI News – SKK Migas meluncurkan langkah strategis dalam pengelolaan gas nasional yang memadukan efisiensi, ketahanan energi domestik, dan komitmen ekspor. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengumumkan mekanisme pertukaran aliran gas (gas swab) antara Natuna dan Sumatra, yang dimaksimalkan produksinya hingga tambahan 27 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Sebagai kompensasi, aliran gas dari Sumatra ke Singapura dikurangi dengan volume yang sama, sehingga pasokan ekspor tetap terjaga.
Tiga Manfaat Strategis
Djoko menyebutkan tiga keuntungan utama dari strategi ini:
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
















