Sebagai bagian dari rangkaian Praktik Belajar Lapangan (PBL) Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi, mahasiswa PBL Desa Tarikan melaksanakan kegiatan kunjungan rumah (home visit) kepada 4 pasien Tuberkulosis (TB) yang saat ini tercatat di wilayah kerja Puskesmas Muaro Kumpeh. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi pasien secara langsung, mengevaluasi kepatuhan minum obat, serta melakukan penilaian lingkungan rumah yang berpotensi mempengaruhi proses penyembuhan maupun risiko penularan.

Kunjungan dilakukan secara terjadwal oleh ketua kelompok, Mhd. Fathul Rozi, beserta seluruh anggota kelompok. Dalam setiap kunjungan, mahasiswa melakukan wawancara mendalam untuk menggali tingkat kepatuhan minum obat pasien TB. Pasien diberikan kesempatan untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi selama pengobatan, seperti efek samping obat, kelelahan, kurangnya dukungan keluarga, dan motivasi yang menurun. Secara umum, sebagian besar pasien menunjukkan kepatuhan yang baik, sementara beberapa di antaranya masih memerlukan pendampingan lanjutan dari tenaga kesehatan dan keluarga.

Selain melakukan penilaian kepatuhan, mahasiswa juga melakukan observasi menyeluruh terhadap kondisi lingkungan rumah pasien. Observasi ini meliputi:

  • Kepadatan hunian, khususnya jumlah penghuni dalam satu rumah serta kondisi ruang tidur dan ruang keluarga.

  • Jenis lantai rumah, seperti tanah, semen, atau keramik, yang berkaitan dengan tingkat kebersihan dan kelembaban.

  • Kapasitas ventilasi pada kamar tidur dan ruang keluarga, untuk memastikan sirkulasi udara yang memadai.

  • Kelembaban dan suhu ruangan yang dapat mempengaruhi kenyamanan dan risiko berkembangnya bakteri.

Hasil observasi menunjukkan adanya variasi kondisi rumah antara satu pasien dengan pasien lainnya. Beberapa rumah memiliki ventilasi baik dan kepadatan penghuni rendah, tetapi beberapa lainnya masih memiliki sirkulasi udara kurang optimal dan kepadatan penghuni yang cukup tinggi. Temuan ini menjadi masukan penting untuk rekomendasi intervensi kesehatan lingkungan yang akan diberikan kepada perangkat desa dan Puskesmas.

Selama pelaksanaan PBL di Desa Tarikan, mahasiswa juga menemukan satu kasus baru TB melalui proses penjaringan dan wawancara terhadap masyarakat. Kasus baru ini ditemukan dari warga yang memiliki gejala batuk lama, penurunan berat badan, serta riwayat kontak dengan pasien TB dalam keluarga. Temuan ini langsung dikonsultasikan kepada Puskesmas Muaro Kumpeh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan dan penanganan sesuai standar program penanggulangan TB.

Penemuan kasus baru ini menunjukkan bahwa kegiatan PBL tidak hanya berperan dalam edukasi dan pengumpulan data, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung deteksi dini TB di masyarakat.

Kegiatan ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai dinamika kesehatan masyarakat di lapangan serta tantangan penanganan TB di Desa Tarikan. Selain itu, kegiatan ini menegaskan kontribusi nyata PBL dalam membantu Puskesmas dan desa meningkatkan kualitas penanggulangan TB di wilayahnya.