Pemalang, CMINews.co.id – Warga Desa Pegongsoran, Kecamatan Pemalang, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas di area perhutanan desa setempat pada Rabu (25/6/2025). Penemuan ini bermula dari kejelian seorang penggembala kambing yang mencium bau menyengat di tengah rimbunnya pepohonan Dusun Pesalakan.
Sekitar pukul 15.00 WIB, di tengah rutinitas menggembala, indra penciuman seorang warga menangkap aroma tidak sedap yang semakin kuat. Merasa penasaran, ia memberanikan diri mencari sumber bau tersebut.
Betapa terkejutnya ia ketika mendapati sesosok tubuh tergeletak tak bernyawa, kondisinya sudah mengenaskan dan mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Penemuan mengerikan ini sontak membuat geger warga sekitar. Kabar penemuan mayat dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut, hingga akhirnya dilaporkan ke Polsek Pemalang.
Aparat kepolisian segera bergerak menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban.
Kondisi mayat saat ditemukan sudah sangat memprihatinkan. Dipenuhi belatung, diperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tujuh hari sebelum ditemukan. Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh petugas kepolisian dibantu warga setempat.
Kanit Reskrim Polsek Pemalang, Aipda Ari Wibowo, memberikan keterangan kepada awak media pada Kamis (26/6/2025) malam. Ia membenarkan penemuan mayat tanpa identitas tersebut. Dia juga menyampaikan bahwa jasad korban saat itu telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. M. Ashari Pemalang untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut dan pemeriksaan medis guna mengetahui penyebab pasti kematian.
“Dari hasil pemeriksaan awal, korban diperkirakan berusia sekitar 55 tahun, berjenis kelamin perempuan, dan memiliki ciri-ciri rambut panjang berwarna uban atau pirang,” jelas Aipda Ari.
Petunjuk penting lainnya yang ditemukan pada tubuh korban adalah pakaian yang dikenakannya. Korban mengenakan sebuah kaos berwarna gelap dengan tulisan ‘Pemuda Kebondalem Bangkit’ di bagian depan, serta celana boxer bermotif batik dengan kombinasi warna merah dan kuning.
Tulisan pada kaos korban inilah yang kemudian menjadi sorotan dan menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan warga. Kebondalem sendiri merupakan sebuah desa yang tidak terlalu jauh dari lokasi penemuan. Apakah korban merupakan warga Kebondalem? Ataukah ada kaitan lain antara tulisan pada kaos dengan identitas maupun penyebab kematian korban?
Pihak kepolisian saat ini tengah berupaya keras untuk mengungkap identitas mayat tersebut. Selain melakukan pemeriksaan fisik dan forensik, polisi juga akan melakukan penyelidikan lebih lanjut dengan mencari informasi dari warga sekitar, terutama di wilayah Kebondalem, terkait adanya laporan orang hilang dengan ciri-ciri yang sesuai.
Misteri kematian perempuan dengan kaos bertuliskan ‘Pemuda Kebondalem Bangkit‘ ini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Mereka berharap, dengan segera terungkapnya identitas korban, tabir misteri di balik kematiannya pun dapat tersingkap.
Warga Pemalang, khususnya Pegongsoran dan Kebondalem, pun berharap agar kasus ini dapat segera terpecahkan dan keadilan dapat ditegakkan.
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut untuk segera menghubungi Polsek Pemalang atau RSUD dr. M. Ashari Pemalang guna membantu proses identifikasi.
Informasi sekecil apapun dari masyarakat sangat diharapkan dapat membantu mengungkap misteri di balik penemuan mayat ini.

















