“Seluruh penumpang dan petugas dievakuasi dalam keadaan selamat. Sebagian besar penumpang yang mengejar jadwal penerbangan langsung dialihkan menggunakan moda transportasi bus dan taksi yang kami koordinasikan di stasiun terdekat,” jelas Karina dalam keterangan tertulisnya.
Selain menyebabkan gerbong anjlok, kecelakaan ini juga merusak tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan sistem persinyalan di petak jalan tersebut. Hingga berita ini diturunkan, jalur hulu dan hilir antara Rawa Buaya dan Batuceper belum dapat dilalui.
Pihak KAI Daop 1 Jakarta telah mengirimkan kereta penolong (Rescue Train) dan crane dari Depo Bukit Duri untuk mengangkat gerbong yang terlempar. Estimasi perbaikan jalur diperkirakan memakan waktu hingga 5-7 jam ke depan.
Bagi calon penumpang yang telah memiliki tiket, KAI Commuter memberlakukan kebijakan pengembalian biaya tiket (refund) sebesar 100% di loket stasiun. Masyarakat diimbau untuk menggunakan jalur darat melalui tol atau layanan Bus DAMRI selama proses normalisasi jalur berlangsung.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti truk tersebut terjebak di perlintasan untuk menentukan unsur kelalaian dalam kecelakaan ini.













