PEMALANG – Industri penyaluran tenaga kerja maritim atau keagenan Awak Buah Kapal (ABK) sering kali diwarnai dengan persaingan ketat dan isu miring mengenai penipuan. Namun, di tengah riuh rendahnya tantangan tersebut, PT Bintang Benuajaya Mandiri (BBM) berhasil mengukuhkan posisinya sebagai mercusuar kepercayaan bagi para pelaut Indonesia.
Apa yang membuat perusahaan ini tetap tegak berdiri dan menjadi pilihan utama? Jawabannya terletak pada satu kata kunci: Amanah.
Banyak calon pelaut yang terjebak dalam janji manis agen ilegal, namun PT BBM mengambil pendekatan berbeda. Rahasia pertama keberhasilan mereka adalah transparansi biaya dan proses. Setiap calon ABK diberikan rincian yang jelas mengenai kontrak kerja, asuransi, hingga hak gaji tanpa ada yang ditutup-tutupi.
“Kami menyadari bahwa keberangkatan seorang ABK adalah harapan bagi keluarganya. Oleh karena itu, integritas dalam mengelola dokumen dan kontrak adalah harga mati,” ujar perwakilan manajemen PT BBM dalam sebuah kesempatan.
PT BBM tidak berjalan sendirian. Perusahaan ini secara aktif bersinergi dengan regulasi pemerintah, memastikan seluruh operasionalnya patuh pada aturan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Perhubungan. Dengan mengikuti prosedur legalitas yang ketat, PT BBM secara tidak langsung membantu pemerintah dalam:













