

Tarikan, September–Oktober 2025 – Selama melaksanakan Praktek Belajar Lapangan (PBL) di Desa Tarikan, mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Jambi menunjukkan komitmen tidak hanya dalam kegiatan kesehatan, tetapi juga dalam membangun hubungan sosial dan spiritual dengan masyarakat setempat. Selama dua bulan berada di desa, mahasiswa PBL aktif mengikuti berbagai kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan oleh warga.
Kegiatan keagamaan yang diikuti meliputi:
-
Pengajian ibu-ibu setiap hari Rabu dan Jumat
-
Pengajian bapak-bapak setiap malam Jumat
-
Kegiatan Maulid Nabi di:
-
Langgar desa
-
Masjid Annisa
-
Masjid Sungai Belanti RT 2
- Madrasah Diniyah
-
Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan-kegiatan tersebut memberikan nilai tambah berupa kedekatan emosional dengan masyarakat dan kesempatan untuk memperkuat hubungan sosial selama proses PBL berlangsung.


Ketua Kelompok PBL Desa Tarikan, Mhd. Fathul Rozi, menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk penghormatan sekaligus upaya untuk menyatu dengan masyarakat.
“Selama dua bulan di Desa Tarikan, kami merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar desa ini. Mengikuti pengajian dan kegiatan Maulid Nabi membuat kami lebih dekat dengan masyarakat. Selain belajar tentang kesehatan masyarakat, kami juga belajar tentang nilai kebersamaan, gotong royong, dan kehidupan sosial warga Tarikan. Terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan kepada kami.”

Salah satu anggota kelompok, Imelda Agustin, turut memberikan kesan dan ungkapan terima kasih.
“Pengajian ibu-ibu setiap Rabu dan Jumat memberi kami banyak pelajaran tentang kekompakan dan semangat keagamaan masyarakat Desa Tarikan. Kami merasa sangat senang dapat ikut berpartisipasi. Terima kasih atas keramahan ibu-ibu yang selalu menyapa dan membimbing kami selama PBL.”

Perwakilan ibu-ibu pengajian menyambut baik kehadiran mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan keagamaan mereka.
“Kami sangat senang adik-adik PBL ikut pengajian bersama kami. Walaupun mereka datang untuk belajar di bidang kesehatan, tapi mereka tidak sungkan hadir dalam kegiatan agama. Ini menjadi penyemangat bagi kami. Semoga ilmu mereka bermanfaat dan selalu ingat bahwa mereka pernah menjadi bagian dari pengajian Tarikan.”

Partisipasi mahasiswa PBL dalam kegiatan keagamaan menambah dimensi sosial dan spiritual selama proses mereka di desa. Selain mempererat hubungan dengan masyarakat, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami budaya, kebiasaan, dan nilai kehidupan masyarakat Tarikan.
Selama dua bulan PBL, kedekatan yang terjalin antara mahasiswa dan warga diharapkan dapat mendukung kelancaran program kesehatan serta memperkuat hubungan baik antara Universitas Jambi dan Desa Tarikan.








