Ririn, salah satu pengunjung dari Jakarta, yang melihat dari dekat Tugu Titik Nol Kilometer Cilacap sangat kagum dengan land mark tersebut.

“Kota setingkat Cilacap bisa membuat land mark sebagus ini. Ikon lampu-lampu jalan bermotif bunga Wijayakusuma yang mana bunga tersebut merupakan lambang dari Cilacap, bunga Wijayakusuma hanya ada di sini”, jelasnya.
Sentra kuliner, lanjut Ririn, harus dikelola dengan baik untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. “Kulinernya lokal khas Cilacap Mendoan itu pasti ada”, ucapnya.
Kawasan Kota Lama Titik Nol Kilometer Cilacap, terlihat ramai pada sore hingga malam hari, bahkan selepas Maghrib banyak warga masyarakat yang ingin melihat tugu titik nol kilometer atau sekedar jalan-jalan menyusuri kota lama semakin padat. Untuk arus lalu lintas, pihak berwenang memberlakukan jalan satu arah bagi kendaraan yang menuju ke selatan. (*)
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















