Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
PemalangPendidikan

Kiai Timbul Purnomo: Pendidikan Rusak Jika Predator Berkedok Guru Dibiarkan!

×

Kiai Timbul Purnomo: Pendidikan Rusak Jika Predator Berkedok Guru Dibiarkan!

Sebarkan artikel ini

Pemalang, CMI News – Kabar memilukan datang dari dunia pendidikan. Seorang oknum guru sekolah dasar (SD) di Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah siswinya.

Tindakan bejat yang dilakukan oleh pelaku berinisial RHS ini bukan hanya mengguncang kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan, tetapi juga meninggalkan luka mendalam bagi para korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar.

Menanggapi kejadian tersebut, Kiai Timbul Purnomo, pengasuh Pondok Pesantren Printis Komariyah, angkat bicara dan mengecam keras tindakan oknum guru yang ia sebut sebagai โ€œpredator berkedok pendidikโ€.

โ€œPendidikan rusak jika predator berkedok guru dibiarkan! Ini bukan sekadar pelanggaran hukum, ini pengkhianatan terhadap amanah masyarakat,โ€ tegas Kiai Timbul dalam pernyataan resminya, Minggu (22/6).

Guru Seharusnya Jadi Pelindung, Bukan Ancaman

Menurut Kiai Timbul, guru adalah sosok sentral dalam proses tumbuh kembang anak. Ketika seorang guru justru menjadi pelaku kekerasan seksual, maka yang dirusak bukan hanya tubuh dan jiwa anak, tapi juga tatanan kepercayaan dan moral masyarakat.

โ€œAnak-anak datang ke sekolah untuk belajar dan dilindungi. Bukan untuk dilukai. Kita tidak boleh membiarkan institusi pendidikan menjadi tempat predator tumbuh subur,โ€ lanjutnya.

Dampak Trauma & Urgensi Perlindungan Anak

Pelecehan seksual terhadap anak meninggalkan dampak jangka panjangโ€”baik psikologis, emosional, maupun sosial. Rasa malu, takut, dan kehilangan kepercayaan diri bisa menghancurkan masa depan korban. Karena itu, menurut Kiai Timbul, perlindungan anak harus dijadikan prioritas nasional.

โ€œTrauma pada anak tidak bisa dianggap sepele. Negara, sekolah, dan masyarakat harus hadir sebagai pelindung,โ€ ujarnya.

Seruan untuk Aksi Nyata

Dalam pernyataannya, Kiai Timbul mendesak pemerintah dan lembaga pendidikan untuk:

  1. Memperketat pengawasan terhadap tenaga pendidik.

  2. Menyelenggarakan pelatihan etika dan perlindungan anak untuk seluruh guru.

  3. Menindak tegas setiap bentuk kekerasan seksual tanpa pandang bulu.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala kekerasan terhadap anak dan aktif melaporkannya.

โ€œAnak adalah titipan Allah. Orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah punya tanggung jawab yang sama dalam menjaga mereka,โ€ tutupnya.

Penegakan Hukum Jadi Ujian Negara

Kasus RHS, yang kini telah diamankan oleh aparat kepolisian, menjadi ujian nyata sejauh mana negara hadir untuk menegakkan hukum dan melindungi generasi penerus. Masyarakat menantikan keadilan, dan yang paling penting, jaminan bahwa kejadian serupa tidak akan terulang lagi di sekolah manapun.

Karena ketika seorang guru berubah menjadi predator, yang dirusak bukan hanya korban, tapi juga wibawa pendidikan, harga diri bangsa, dan harapan masa depan anak-anak Indonesia.


Eksplorasi konten lain dari CMI News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





















banner
error:

Verified by MonsterInsights