Bambang juga menyoroti Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang hingga kini belum memberikan bantuan dalam pembuatan jalan sementara. Warga terpaksa membeli batu krosok sendiri untuk memperbaiki akses jalan, sementara arus mudik Lebaran semakin dekat. Ia menilai seharusnya PU segera turun tangan dengan alat berat untuk memberikan solusi darurat, bukan sekadar menghitung anggaran untuk proyek jangka panjang yang belum jelas kapan akan dimulai.
“PU malah sibuk menghitung anggaran dengan konsultan. Seharusnya hadir dulu, lakukan pertolongan pertama. Alat berat kan ada, turunkan, buat jalan sementara agar bisa dilewati. Anggaran bisa dicari kemudian,” tegasnya.












