Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa proyek jalan alternatif dengan anggaran besar masih dalam tahap perencanaan. Sementara itu, solusi sederhana yang bisa langsung bermanfaat bagi masyarakat seharusnya menjadi prioritas.
“Rencana besar masih diotak-atik, sementara yang sederhana dan mendesak justru diabaikan. Kami masih menunggu respons PU. Sebagai OPD teknis yang bertanggung jawab atas jalan kabupaten, mereka seharusnya bergerak cepat,” pungkasnya.












