Jakarta – Malam pergantian tahun baru 2025 yang semestinya dirayakan dengan sukacita berubah menjadi mencekam bagi warga Cilincing, Jakarta Utara. Sebuah kebakaran besar melanda kawasan permukiman pada Rabu dinihari, yang diduga disebabkan oleh ledakan petasan. Kebakaran ini menghanguskan sejumlah rumah dan merusak fasilitas sekitar, menambah kekhawatiran terkait keselamatan selama perayaan malam tahun baru.

Menurut informasi yang diterima dari Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara, kebakaran pertama kali terjadi di Jalan Cakung Drain, Kelurahan Cilincing, sekitar pukul 00.20 WIB. Api dengan cepat membakar rumah-rumah semi permanen dan rumah bedeng yang berada di kawasan tersebut.

“Kebakaran ini menghanguskan tiga rumah semi permanen dan tiga rumah bedeng. Kami mendapatkan laporan bahwa kebakaran bermula dari ledakan petasan yang jatuh ke salah satu rumah gubuk, yang kemudian menyebar dengan cepat,” ujar Gatot Sulaeman, Kepala Seksi Operasional Sudin Gulkarmat Jakarta Utara.

Akibat kebakaran ini, seorang warga berusia 70 tahun dilaporkan menderita luka bakar dan segera dilarikan ke RSUD Cilincing untuk mendapatkan perawatan medis. Api baru berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian, tepatnya pada pukul 02.06 WIB, setelah 40 personel Damkar dan delapan unit mobil pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian.

 

Foto : ANTARA

 

Total luas area yang terbakar diperkirakan mencapai 195 meter persegi, dan kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian material sekitar Rp294 juta. Sebanyak 15 orang dari enam kepala keluarga kehilangan tempat tinggal mereka akibat kebakaran ini.

Selain kebakaran di Cilincing, petasan juga diduga menyebabkan kebakaran di Kantor Lurah Rawa Badak Utara, Kecamatan Koja, yang terjadi sekitar pukul 00.34 WIB. Ledakan petasan mercusuar dilaporkan mengenai atap kantor kelurahan, menyebabkan kebakaran pada area seluas 6 meter persegi. Api di kantor kelurahan berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, sekitar pukul 00.55 WIB, dengan kerugian yang ditaksir mencapai Rp1 juta.

Kebakaran ini menambah catatan buruk terkait penggunaan petasan yang sering kali menimbulkan bahaya selama perayaan tahun baru. Warga dan pihak berwenang pun diingatkan akan pentingnya kewaspadaan dalam merayakan malam pergantian tahun untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Peristiwa kebakaran ini menjadi pengingat bahwa meskipun tahun baru identik dengan perayaan dan kebahagiaan, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama.