Cikarang, CMI News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bangkit setelah tiga hari berturut-turut berada di zona merah. Pada pembukaan perdagangan Rabu (10/9/2025), IHSG naik 0,59% atau 44,97 poin ke level 7.673,58.

Sebanyak 254 saham menguat, 133 saham melemah, sementara 569 lainnya masih stagnan. Aktivitas pasar cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp486,3 miliar, di mana 608 juta saham berpindah tangan melalui 44.710 kali transaksi. Saham big caps seperti BBCA, ANTM, BMRI, dan BBRI menjadi incaran investor sejak awal perdagangan.

Rebound Setelah Aksi Jual Asing

Kenaikan ini memberikan napas segar setelah IHSG kemarin tertekan hingga anjlok 1,78% ke 7.627,60. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih jumbo senilai Rp4,55 triliun, terutama pada saham-saham perbankan. BBCA dilepas hingga Rp2,10 triliun, disusul BMRI Rp1,37 triliun, BBRI Rp468,6 miliar, dan BBNI Rp223,5 miliar.

Arus keluar dana asing tersebut juga menekan rupiah yang sempat melemah tajam terhadap dolar AS. Namun, rebound IHSG pagi ini mengindikasikan adanya fase konsolidasi setelah tekanan besar di pasar modal.

Sentimen Global dan Domestik

Pasar kini mulai meredakan fokus pada isu reshuffle kabinet yang sempat mendominasi sentimen. Perhatian investor kembali tertuju pada rilis data ekonomi, baik dari dalam negeri maupun global.

Dari eksternal, investor mencerna revisi data non-farm payroll AS yang dirilis semalam, serta menanti publikasi Producer Price Index (PPI) pada malam hari. Dari kawasan regional, data inflasi Tiongkok pagi ini juga menjadi perhatian pelaku pasar.

Sementara itu, dari dalam negeri, data penjualan ritel dan indeks kepercayaan konsumen akan memberi gambaran tentang daya beli masyarakat yang krusial bagi prospek pertumbuhan ekonomi.

Kenaikan IHSG pagi ini menjadi sinyal positif setelah aksi jual besar-besaran asing. Namun, analis menilai rebound tersebut bisa jadi hanya relief rally, mengingat tekanan eksternal masih kuat, terutama dari arah kebijakan moneter global dan volatilitas rupiah.

Bagi investor, pergerakan IHSG hari ini perlu dicermati secara hati-hati. Jika aliran dana asing kembali stabil, tren penguatan bisa berlanjut. Namun, jika tekanan global belum mereda, pasar domestik masih berpotensi fluktuatif dalam jangka pendek.