Dari sisi profitabilitas, HRUM harus menerima kenyataan bahwa margin usaha menyempit. EBITDA terkoreksi 37% yoy menjadi US$ 105 juta dengan margin turun ke 16,3% dari sebelumnya 27,7%. Laba bersih juga tergerus 20% yoy menjadi US$ 29,7 juta.
Meski demikian, secara kuartalan ada tanda pemulihan. Pada kuartal II-2025, pendapatan tumbuh 16% dibanding kuartal sebelumnya, sementara laba bersih melonjak 334% quarter-on-quarter (qoq), meski secara tahunan masih turun 34%.
Neraca Tetap Solid
Dari sisi struktur keuangan, HRUM mencatat total aset naik 23% yoy menjadi US$ 3,16 miliar. Kenaikan ini diiringi dengan liabilitas yang melonjak 69% yoy ke US$ 1,34 miliar. Ekuitas tercatat tumbuh tipis 2% yoy menjadi US$ 1,81 miliar, yang menandakan perusahaan masih memiliki basis permodalan sehat meski menghadapi tekanan margin.
Transisi Bisnis: Dari Batu Bara ke Nikel
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













