
CMI News – Harga emas dunia kembali bersinar di tengah turbulensi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global. Logam mulia ini ditutup menguat pada akhir pekan, menembus kembali level psikologis US$4.000 per troy ons, setelah sebelumnya sempat terkoreksi ke area US$3.900.
Pada perdagangan Jumat (10/10/2025), harga emas naik 1,06% ke posisi US$4.017,34 per troy ons, mencatatkan kenaikan mingguan sebesar 3,38%. Dengan capaian ini, emas membukukan rally delapan pekan berturut-turut, memperkuat posisinya sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah gejolak politik dan ekonomi global.
Trump vs China: Pemicu Utama Reli Emas
Katalis utama reli emas kali ini datang dari pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan memberlakukan tarif 100% terhadap seluruh impor China mulai 1 November 2025.
Pernyataan keras itu memicu kepanikan pasar. Dalam hitungan menit, indeks saham AS terkoreksi hingga 1%, sementara investor berbondong-bondong mengalihkan portofolio ke emas.

“Ketika perang dagang memanas, dolar cenderung melemah dan emas kembali jadi primadona,” ujar Tai Wong, pedagang logam independen, dikutip dari Reuters.
Trump juga mengumumkan bahwa AS akan memberlakukan kontrol ekspor terhadap seluruh perangkat lunak strategis, mempertegas arah kebijakan proteksionis yang bisa mengguncang pasar global.
Kombinasi Faktor yang Mengangkat Harga Emas
Kenaikan harga emas tidak hanya didorong oleh ketegangan geopolitik. Beberapa faktor fundamental turut menopang reli ini, antara lain:
Pembelian besar-besaran oleh bank sentral global, termasuk di Asia dan Timur Tengah.
Aliran masuk ke dana ETF emas, yang menunjukkan meningkatnya minat investor institusi.
Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) masing-masing 25 basis poin pada Oktober dan Desember.
Pelemahan indeks dolar AS (DXY) sebesar 0,6%, membuat emas lebih murah bagi investor luar negeri.
Selain itu, ketidakpastian politik di Eropa — terutama potensi krisis pemerintahan di Prancis — dan ancaman penutupan pemerintahan AS turut memperkuat dorongan ke arah aset aman seperti emas.
Pandangan Analis: Potensi Kenaikan Masih Terbuka
Meski reli emas berlangsung cepat, analis menilai momentum penguatan belum akan berakhir.
“Harga emas mungkin menghadapi koreksi jangka pendek karena kenaikan yang sangat tajam dalam beberapa minggu terakhir. Namun, dalam jangka menengah hingga panjang, tren kenaikan masih akan berlanjut,” ujar Hamad Hussain, ekonom komoditas di Capital Economics.
Hussain menilai, kombinasi faktor makro seperti pelonggaran moneter, ketegangan perdagangan, dan pembelian institusional akan terus menjaga permintaan terhadap logam mulia di level tinggi.
Perak Ikut Terangkat
Reli emas juga menyeret harga perak untuk naik. Selain terdorong sentimen yang sama, perak juga diuntungkan oleh defisit pasokan global dan meningkatnya permintaan industri dari sektor energi terbarukan dan kendaraan listrik.






