Sementara itu, harga batu bara Rotterdam melemah lebih tajam. Kontrak Agustus turun US$ 0,55 ke US$ 99,85, September terkoreksi US$ 1,55 ke US$ 99,85, dan Oktober terpangkas US$ 1,75 ke US$ 99,5 per ton.
Kondisi ini mencerminkan dualitas pasar: di satu sisi, produksi berlebih dari China menekan harga, sementara di sisi lain, sentimen regional masih ditopang faktor distribusi dan permintaan tertentu.
Ekspor Global Naik 2%, Indonesia Jadi Penopang
Laporan BigMint mencatat ekspor batu bara global dari enam negara utama naik 2% menjadi 17,71 juta ton pada pekan ke-33 tahun 2025. Kenaikan terutama ditopang oleh Indonesia, Australia, dan Kolombia, meski ekspor Amerika Serikat dan Afrika Selatan mengalami kontraksi.














