Cikarang, CMI News – Harga batu bara global kembali terkoreksi. Tekanan datang dari data produksi China, khususnya dari provinsi Shanxi, yang mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 7,2% year-on-year, sekaligus menegaskan posisi wilayah tersebut sebagai kontributor utama pasokan batu bara Negeri Tirai Bambu.
Menurut data Biro Statistik Shanxi, total produksi Januari–Juli 2025 mencapai 756,44 juta ton, setara 27,2% dari total produksi nasional. Tingginya output ini otomatis menekan sentimen harga di pasar internasional, yang selama beberapa bulan terakhir sudah menghadapi pelemahan permintaan, khususnya dari sektor listrik China.
Harga Batu Bara Newcastle & Rotterdam Bergerak Campuran
Di pasar fisik, harga batu bara Newcastle untuk kontrak Agustus 2025 justru naik tipis US$ 0,7 menjadi US$ 111,3 per ton. Namun, tren pelemahan terlihat pada kontrak berikutnya, dengan September turun US$ 0,3 menjadi US$ 109,8 dan Oktober terkoreksi US$ 0,1 menjadi US$ 110,8.














