DOGIYAI โ Guna menjamin keamanan tenaga medis dan aset negara, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Kabupaten Dogiyai resmi menerjunkan 30 personel untuk bersiaga di RSUD Pratama Dogiyai. Langkah ini diambil menyusul maraknya aksi pengancaman oleh oknum mabuk dan pengrusakan fasilitas di lingkungan rumah sakit tersebut.
Acara pelepasan personel tersebut berlangsung di Halaman RSUD Pratama Dogiyai pada Senin (9/3/2026), mulai pukul 12.00 WIT hingga selesai. Penempatan anggota ini merupakan hasil kerja sama resmi antara pihak manajemen rumah sakit dengan Satpol-PP Kabupaten Dogiyai.
Direktur RSUD Pratama Dogiyai, dr. Rini Tigi, mengungkapkan bahwa situasi di rumah sakit sudah cukup mengkhawatirkan. Menurutnya, para dokter dan perawat kerap mengalami trauma akibat ancaman fisik maupun verbal yang dilakukan oleh oknum-oknum yang dalam pengaruh alkohol.
“Kami membangun kerja sama ini karena di RSUD Pratama sering terjadi pengancaman, pengrusakan, hingga pencurian fasilitas oleh orang mabuk. Pelakunya ada yang dari internal (pekerja) maupun pihak luar. Tenaga medis kami trauma, sehingga kami berharap kehadiran Satpol-PP bisa mencegah hal serupa terulang kembali,” tegas dr. Rini Tigi dalam sambutannya.
Plt. Kepala Satpol-PP Kabupaten Dogiyai, Yohanes Butu, A.Md., S.Sos., menjelaskan bahwa pengerahan anggota ini bertujuan menciptakan rasa aman bagi semua pihak di RSUD, mulai dari petugas medis, pasien, hingga keluarga pasien.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.


















