
PEMALANG — Upaya memperkuat fondasi ekonomi keluarga terus digencarkan di Kabupaten Pemalang. Langkah nyata tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Ecoprint dan Pelatihan Tata Boga yang digelar oleh Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Pemalang di Pendopo Kabupaten Pemalang, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan yang diresmikan langsung oleh Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, dr. Noor Faizah Maenofie, tersebut menyasar anggota Pokja II TP PKK Kecamatan, Desa Binaan PKK Tahun 2026, hingga keterwakilan dari Desa Miskin Ekstrem di wilayah Kabupaten Pemalang.
Dalam sambutannya, dr. Noor Faizah Maenofie menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pelatihan interaktif yang berlangsung di Pendopo Kabupaten dan Gedung Sasana Bhakti Praja ini. Menurutnya, program ini menjadi sarana strategis dalam membangun pembelajaran masyarakat sekaligus komitmen bersama mewujudkan masyarakat Pemalang yang sejahtera.
Faizah menekankan pentingnya pemaknaan literasi secara luas. Literasi, tegasnya, tidak hanya berhenti pada aktivitas membaca teks atau panduan semata, melainkan bagaimana pengetahuan tersebut diaplikasikan dalam wujud tindakan nyata.
“Setelah membaca, misalnya membaca resep atau cara membuat ecoprint, tahap berikutnya adalah mengaplikasikan apa yang telah dipelajari menjadi kegiatan nyata yang bermanfaat,” ujar Faizah.
Lebih jauh, ia menaruh harapan besar agar keterampilan yang diserap para peserta selama pelatihan dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri. Keterampilan hobi seperti memasak maupun pembuatan ecoprint dinilai memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara tekun dan profesional.

Khusus pada materi tata boga, Faizah memberikan perhatian khusus pada aspek estetika penyajian (plating). Menurutnya, tampilan kuliner yang rapi dan menarik tidak hanya menambah nilai jual, tetapi juga bentuk penghormatan tinggi kepada penikmatnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dinpusarda) Kabupaten Pemalang, Edy Susilo Temu Raharjo, menegaskan bahwa perpustakaan daerah saat ini telah bertransformasi menjadi ruang belajar sepanjang hayat. Perpustakaan tidak lagi sekadar tempat penyimpanan buku, melainkan wadah pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas melalui konsep literasi pascabaca.
“Melalui pelatihan ini, kami mengimplementasikan literasi pascabaca, yaitu mendorong masyarakat agar mampu mengolah pengetahuan dari bahan bacaan menjadi keterampilan yang bernilai ekonomi,” jelas Edy. Pada kelas ecoprint, ia juga mendorong peserta agar menciptakan motif yang lebih terencana sehingga menghasilkan produk kerajinan dan pakaian yang siap bersaing di pasar.
Sementara itu, Ketua Pokja II TP PKK Kabupaten Pemalang, Purwati Aris Ismail, merincikan bahwa pelatihan ecoprint ditujukan untuk mengasah kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian lingkungan lewat pemanfaatan bahan-bahan alami. Sedangkan pelatihan tata boga dibekali dengan materi teknis memasak, pengemasan produk, hingga dasar-dasar manajemen usaha kuliner.
Dengan menghadirkan praktisi dan ahli berpengalaman di bidangnya, pelatihan ini diharapkan dapat mencetak kader-kader PKK yang mandiri secara ekonomi serta mampu menyebarluaskan ilmu pengetahuan tersebut kepada masyarakat luas.






