CILACAP – CMI News : Kabar baik bagi pelajar SD/MI dan SMP/MTs, khususnya di wilayah Kecamatan Jeruklegi, dalam rangka menyambut HUT PMI ke-79, Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cilacap menggelar Baksos pemeriksaan mata dan pemberian kacamata gratis bagi pelajar SD-SMP sederajat.

Hal tersebut dikatakan Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, dalam sambutannya membuka Bakti sosial di depan puluhan Guru SD dan SMP sederajat, di Aula Korwil Bidang Pendidikan (Bidik) Kecamatan Jeruklegi.

Menurutnya, ada beberapa tahapan dalam bakti sosial pemeriksaan mata dan pemberian kacamata dengan menggandeng Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) Daerah Jawa Tengah Cabang Cilacap.

“Melalui tahapan, diantaranya, hari ini di berikan pembekalan kepada peserta atau para pendidik SD-SMP sederajat. Selanjutnya para peserta tersebut, nantinya melakukan penjaringan mandiri, dan terakhir pelaksanaan screening oleh tim IROPIN”, ucap Farid, Selasa (6/8/2024).

Ketua PMI Kabupaten Cilacap, Farid Ma’ruf, memberikan alat peraga pengecekan mata atau Snellen chart kepada salah satu peserta. (Humas PMI)

Dalam penjaringan mandiri yang dilakukan oleh Guru, lanjut Farid, dilaksanakan kurang lebih 2 minggu, dan data dikumpulkan 23 Agustus 2024.

“Jika data sudah terkumpul, rencananya akan dilakukan screening oleh tim IROPIN pada 27 Agustus mendatang, dan bertempat di Pendopo Kecamatan Jeruklegi”, jelasnya.

Dalam pembekalan ini, di ajarkan pengetahuan bagaimana cara melakukan pemeriksaan kesehatan mata atau visus (minus dan lainnya) di masing – masing sekolah SD-SMP.

“Sebanyak 250 kacamata yang akan dibagikan kepada pelajar SD-SMP sederajat untuk wilayah Jeruklegi. 50 kacamata untuk pelajar SMP/MTs sisanya sebanyak 200 untuk SD/MI, seluruh biaya ditanggung oleh PMI Kabupaten Cilacap melalui anggaran tahun 2024”, pungkas Farid.

Sementara itu, Ketua IROPIN Cabang Cilacap, Lois Kristiono Harjo Buntoro, menyampaikan pentingnya pembekalan kepada peserta tentang mekanisme pemeriksaan mata nantinya kepada para siswa siswinya di sekolah. “Kita berikan pelatihan kepada peserta supaya paham mekanisme pemeriksaannya”, terangnya.

Dalam mengimplementasikan kepada siswanya para guru peserta pembekalan tersebut juga dibagikan alat bantu pengecekan mata atau Snellen Chart.